7 Years of Love Part 3

Author : Achaa
Title : 7 Years of Love
Twitter : @salsabila1026
Cast : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun, Im Yoona, Lee Sunny, Choi Siwon
Genre : Sad, Romance, School life, etc
Rate : 15 +

Disclaimer : FF ini murni dari otak author, jika ada suatu kesamaan itu hanya kebetulan.

Hai readers tercintah (khusus good readers) Achaa malu deh di part kemaren banyak banget typonya. Sebenernya itu udah Achaa benerin, tapi tiba-tiba mati lampu dan laptop ikutan mati gegara gaada batre dan alhasil, semua typo yang udah berhasil Achaa benerin keulang dari awal lagi. Tapi Achaa baru nyadarnya pas udah dipost T,T maaf yah.

Dan buat yang kemarin udah comment makasiiihhh banget ya partisipasinya. Achaa seneng banget loh bacanya. Karena respon kalian, khususnya untuk comment adalah hal paling utama yang bisa bikin semangat Achaa buat ngelanjutin ff tambah besar.

HAPPY READING, DONT FORGET TO RCL!!! ^^

7 Years of Love

Seohyun
“Mencintainya merupakan suatu kebetulan yang sangat tidak kuharapkan… tetapi melupakannya adalah hal yang paling sulit untuk kulakukan dalam hidup ini”

Kyuhyun
“Aku hanya membutuhkan dirimu, yang kutahu hanya ada aku, dan kau di masa depanku.. jangan pernah mengabaikanku.. jangan pernah membuatku berfikir bahwa keputusanku salah.. karena aku membencinya”

***

“Ne, eonni. Gomawo sudah membantuku” kata Seohyun sambil memasang senyum manis andalannya kepada Ahra sebagai bentuk rasa terima kasih.

“Dan..kau..” Seohyun memajukan jari telunjuk dan jari tengahnya ke depan mata Kyuhyun, persis seperti ingin mencolok kedua mata indah itu dengan jarinya. “Gomawo” lanjut Seohyun dengan nada ketus yang dibuat-buat.

Lalu setelah itu sumpah serapah yang ingin diberikan Seohyun kepada Kyuhyun harus dibatalkan karena Siwon sudah menarik tangannya dan mulai memasukkan tubuh Seohyun ke dalam mobil.

“Pai-pai~” lambaian tangan serta senyuman terlukis dengan sempurna di wajah Seohyun, menghantarkan kepulangannya dari rumah besar nan megah milik keluarga Cho. Tetapi senyumnya yang mengembang sempurna itu sedikit memudar ketika melihat reaksi Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan sinis.

‘Namja itu.. kenapa menatapku seperti itu?’ batin Seohyun heran. Sesaat kemudian lambaian serta senyuman itu mengembang lagi saat Ahra memanggil namanya.

***

AUTHOR POV

Suasana di jalanan Seoul terlihat begitu ramai, sangat berbeda dengan suasana di dalam sebuah mobil yang berisikan dua orang itu, hening dan sunyi yang menghiasi.

Tetapi sebenarnya Siwon, si pengemudi sangat menyukai kejadian langka yang sedang berlangsung. Karena dengan tidurnya seorang putri kodok jelek (menurut Siwon) di joknya itu maka siang ini ia bisa menyetir dengan tenang tanpa hambatan dan keributan yang harus tercipta.

Tapi, bagaimana ia bisa menurunkan yeoja yang tak lain adalah Seohyun itu? Haa itu artinya ia harus menggendongnya sampai ke kamar yeoja itu yang berada di lantai dua. Astaga, benar-benar merepotkan.

Sorry sorry sorry sorry naega naega naega meonjeo nege nege nege ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo baby…

Dering handphone Siwon yang begitu nyaring membuat yeoja yang sedang tidur di sampingnya itu terbangun. Siwon sangat bersyukur dalam hati karena dengan bangunnya Seohyun berarti ia tidak perlu menggendong gadis itu sampai ke kamarnya. Perlahan ia memberkati orang yang sedang menelponnya dengan senyuman.

“Yobseyo… ah, Fanny-ya!”

Seohyun yang melihat perubahan raut wajah Siwon yang menjadi sangat sumringah itu hanya bisa bergidik ngeri. ‘Cih, hanya karena ditelepon yeojachingunya saja ia bisa berubah menjadi konyol seperti itu. Astaga’ Seohyun membatin dan terus berdoa agar acara ‘saling menelepon’ itu cepat selesai dan ia bisa cepat sampai rumah.

Sekarang kalian tahu, kan mengapa Siwon selalu bersikap dingin kepada semua yeoja. Itu karena ia sudah memiliki yeojachingu. Meskipun hatinya tertinggal jauh di LA.

***

Tidak seperti apa yang diharapkan oleh Seohyun, ternyata acara itu tidak terhenti di situ. Bahkan meskipun ia sudah tertahan selama lebih dari satu jam di dalam mobil sekarang Siwon sedang mencoba menelpon yeojachingunya yang bernama Tiffany itu. Ya ampun, melakukan LDR memang sulit ya.

Tidak ingin memusingkan hal itu, Seohyun langsung menaiki tangga berputar untuk segera mencapai kamarnya dan merebahkan tubuhnya yang terasa sangat pengal. Oh, inilah hal yang paling ia tunggu sejak tadi.

BRUKK

Tanpa ragu Seohyun mengambrukkan tubuh ramping miliknya di kasur empuk berseprai kuning dengan motif keroro itu. Tetapi sepertinya ada yang aneh, kasurnya jadi tidak rata dan tidak seempuk biasanya. Dirematnya sesuatu yang kurang wajar di dekat kasurnya.

“Yaaakk.. jangan cubit pantatku! Aisshh” yeoja itu merengut kesal sambil mengelus pantatnya yang menjadi sasaran Seohyun barusan.

“Sunny?! Kenapa kau bisa ada di sini?” Seohyun sangat terkejut melihat temannya itu bisa masuk ke kamar pribadinya tanpa izin. Benar-benar mencurigakan.

“Salahmu tidak mengunci jendela dengan rapat. Untung saja aku yang melihatnya bukan maling” Sunny mulai duduk dan mengambil tasnya. Mengeluarkan buku berwarna ungu dari dalam tasnya lalu menaruh buku itu di meja bundar dekat kasur Seohyun.

“Aku tahu kau ketiduran saat Jungmo Sonsaenim menyampaikan tugas tadi. Yah, dia memang guru yang sangat membosankan. Tetapi saat aku ingin mengikuti jejakmu aku malah langsung dipanggil olehnya. Makanya aku terpaksa mendengarkan apa yang disampaikannya sampai akhir” lanjut Sunny panjang lebar. Dulu ia adalah anak yang sangat pemalas. Tetapi entah mengapa karena duduk di sebelah Seohyun semangat belajarnya menjadi tumbuh. Aneh memang.

“Lalu, apa itu?” tanya Seohyun lalu mengambil buku ungu milik Sunny yang ada di meja bundarnya.

“Mwo?! Akan diadakan pagelaran drama musikal? Minggu depan sudah mulai casting?! Aigoo aku harus berlatih dengan keras. Dan harus mendapatkan peran utama itu!” kata Seohyun dengan mata berbinar senang sambil membaca kalimat-kalimat lain di dalam buku milik Sunny. Terkadang ia sedikit kesulitan membacanya karena tulisan Sunny yang berantakan. Yah, mungkin efek mengantuk.

“Kau mau ikut? Memangnya kau yakin bisa menjadi pemeran utama dalam drama itu?” tanya Sunny sedikit menggoda Seohyun.

“Aiisshh.. jangan membuatku pesimis. Kata guruku dulu, aku memiliki jiwa akting yang kuat tetapi belum bisa mengendalikannya dengan baik. Jadi, aku masih punya harapan jika aku ingin merubahnya” kata Seohyun yang sedikit tidak terima dengan ucapan Sunny. Dan bisa dipastikan kalau Sunny nanti pasti akan menjadi penyanyi latar. Sebenarnya Seohyun yang menyumpahi Sunny agar tidak bisa menjadi tokoh pemain.

“Cih, terserah kau saja. Kalau begitu aku mau pulang dulu karena oppaku sudah datang” Sunny berlalu meninggalkan Seohyun lalu turun lewat jendela jendela kamar yang besar dan lebar.

“Sunny-ya kau bisa keluar lewat pintu depan. Aish, yeoja itu bisanya main datang dan pergi saja” saat Sunny sudah menghilang dari pandangannya barulah Seohyun memberikan sumpah serapah pada orang yang baru saja turun dari jendelanya. Kalau ia mengucapkannya saat Sunny masih ada di sini pasti ia sudah tidak berbentuk lagi saat berangkat ke sekolah besok.

***

Seohyun terbangun dari tidurnya lebih cepat dari kemarin. Entah apa yang merasukinya sampai ia bisa bangun sepagi ini.

Perlahan tapi pasti ia membuka pintu kamarnya dan mulai mengucek matanya yang penuh dengan kotoran. Tetapi aktifitasnya berhenti sejenak saat terdengar bunyi keributan di bawah. Dan ia tahu pasti siapa orang yang membuat keributan itu, seorang Choi Siwon.

Karena penasaran Seohyun langsung menuruni tangga dan berjalan ke dapur, tempat sumber keributan itu terdengar. Matanya yang tadi menyipit sekarang langsung menjadi sangat lebar karena melihat Siwon yang sudah bersetelan jas lengkap.

“Oppa, changkkaman…”

“Mianhae, Seo. Hari ini kau tidak bisa berangkat denganku karena aku ada rapat. Dan mungkin nanti kau juga tidak bisa pulang bersamaku. Jadi.. pai-pai” dengan gerakan cepat Siwon langsung keluar dari rumahnya meninggalkan debaman pintu yang tidak bisa dibilang pelan bagi orang yang baru saja bangun tidur.

Sementara Seohyun hanya dapat memasang wajah polosnya melihat itu semua. Yang benar saja, Siwon sama sekali tidak memikirkan perasaannya.

Puluhan menit kemudian…

Hantaman demi hantaman keras harus diterima oleh beberapa perabot mahal di rumah Siwon karena saat ini Seohyun sedang terburu-buru agar tidak terlambat. Kalau saja tadi ia melakukan ritual kamar mandinya sedikit lebih cepat maka ia tidak akan kalang kabut seperti ini. Tetapi untungnya, Siwon sudah menyiapkan sarapan pagi dan ia tidak perlu menghabiskan waktu untuk memasak.

Tapi.. ada satu hal yang membuatnya kebingungan saat ini, siapa yang akan mengantarnya? Halte bus sangat jauh dari rumah Siwon dan Seohyun yakin jika ia berlari ke sana waktunya pasti tidak akan cukup. Kalau ia meminta kepada Sunny rasanya juga tidak akan mungkin karena temannya yang selalu berangkat pagi itu pasti sudah sampai di sekolah sekarang. Setelah lama berpikir, ada satu nama terlintas dalam benaknya.

“Yobseyo.. hm, Ahra eonni?”

“………………..”

“Bisakah kau mengantarku?”

“………………..”

“Oh, ne. Arraso gomawo eonni”

Diputuskannya sambungan telepon sambil mendengus kasar. Yah, ia harus berangkat sekolah dengan seorang setan yang sudah membuat pantatnya nyut-nyutan setengah mati. Tapi mau bagaimana lagi? Toh dengan berangkat bersama setan itu ia bisa langsung sampai ke sekolah tanpa membutuhkan tenaga ekstra.

***

Setelah beberapa menit menunggu di teras sambil membaca buku akhirnya sebuah kendaraan roda dua berwarna putih datang melintasi rumah Seohyun. Dalam hati ia mengumpat, kenapa harus menggunakan motor sport? Karena sebenarnya ia sangat membenci bentuk motor yang seperti itu.

“Tunggu apalagi? Naiklah!” kata Kyuhyun garang lalu melemparkan helm putih kepada Seohyun. Untung saja Seohyun menangkapnya dengan benar. Kalau tidak, jangan tanya di mana letak helm itu saat ini.

Seohyun menaikkan tubuhnya dan merekatkan blazer hitamnya karena cuaca pagi yang begitu dingin. Tidak berselang lama Kyuhyun langsung menjalankan motor sport putih itu dengan kecepatan ekstra membuat Seohyun memekik tak karuan dan langsung memeluk punggung lebar Kyuhyun. Apa-apaan.. mencari kesempatan dalam kesempitan, eoh?

***

BRUMM…CKIIITT….

Kyuhyun mengerem motornya tepat waktu. Hampir saja, jika telat sedikit saja ia pasti akan menabrak tanaman besar dan akan langsung mati di tangan kepala sekolah. Kemudian ia menyeringai kecil melihat betapa takutnya Seohyun tadi. Bahkan setelah sampai di tempatnya yeoja itu tetap memeluk Kyuhyun erat membuat mereka menjadi pusat perhatian beberapa orang di sana.

Berbeda dengan Kyuhyun yang terlihat sangat tenang dengan aksi ‘mengebut di pagi hari’yang baru saja ia lakukan, Seohyun malah terlihat sangat panik dan takut. Selama perjalanan tadi ia terus berdoa agar bisa sampai di sekolah dengan keadaan selamat. Mungkin saja jika ia tidak memeluk Kyuhyun dengan sangat erat jantungnya sudah copot sekarang.

“Hei, kita sudah sampai. Cepat lepaskan pelukanmu.” Kata Kyuhyun yang risih dengan tatapan orang orang di sekitar mereka. Dan dengan gerakan cepat Seohyun langsung melepas pelukan itu lalu turun dari motor tanpa kata-kata.

“Benar, kan kataku kalau dadamu itu sangat rata..” Kyuhyun mencibir ke arah yeoja yang sedang berjalan dengan langkah besar di depannya. Dengan cepat yeoja itu berbalik, siap membanjiri Kyuhyun dengan cibiran dan sumpah serapah yang sangat ingin ia katakan dari kemarin. Namun aksi itu kembali berhenti saat seseorang mendekat ke arah mereka.

“Oppa…” yeoja itu mendekati Kyuhyun dan mengapit lengan Kyuhyun manja. Lalu yeoja itu melirik ke arah Seohyun dengan tatapan aneh. Saat yeoja itu menatapnya Seohyun hanya dapat menunduk sambil memperhatikan name tag yang melekat di seragam yeoja yang sedang menatapnya. ‘Im Yoona’, itulah nama yang melekat di sana. Dan sekarang ia tahu siapa saingannya jika ia ingin memenangkan casting minggu depan.

“Eh, Yoongie kau sudah datang. Kajja kita ke kelas.” Tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Seohyun, Kyuhyun langsung melesat pergi begitu saja meninggalkan Seohyun yang berdiri sendirian di sana. Cih, namja yang tidak sopan.

Seohyun mendengus kasar melihat namja itu melewatinya begitu saja. Yah meskipun sebelum pergi namja itu sempat menatap Seohyun seperti berkata, ‘iri ya?’ dan setelah raut wajah Seohyun mulai berubah namja itu pun langsung mengalihkan tatapannya ke arah lain. Mungkin saja jika tidak ada siapapun di sana ia sudah menendang namja yang bernama Kyuhyun itu jauh-jauh sampai ia tidak bisa melihat wajahnya lagi.

“Kau beruntung, Cho Kyuhyun. Haiisshh..” sedikit bergumam mungkin akan menetralisir kemarahannya. Tapi sepertinya tidak, ia malah semakin membayangkan hal-hal yang akan ia lakukan untuk melampiaskan kebenciannya kepada sosok namja setan itu.

Sebenarnya Seohyun ingin pulang saja jika boleh, daripada bertemu lagi dengan namja itu di kelas. Bertemu dengan orang yang sangat kau benci, bukankah itu membuatmu tidak nyaman?

***

Sunny terlihat kelimpungan dengan soal matematika yang masih terisi setengahnya, sangat berbeda dengan Seohyun yang sedang bersenandung ria sambil mengecek soal-soalnya yang sudah seratus persen selesai. Bahkan ia samasekali tidak menghiraukan Sunny yang sedang bergerak kebingungan di sebelahnya.

“Seo~” jurus andalan mulai Sunny keluarkan untuk merayu Seohyun yang sedang sibuk mengecek buku matematikanya.

Dan sepertinya Sunny kalah cepat, tadinya ia ingin menyandarkan kepalanya ke pundak Seohyun tapi dengan cepat Seohyun langsung berdiri dari kursinya dan membuat kepala Sunny terantuk sandaran kursi Seohyun dengan cepat. Kejadian singkat itu membuat Seohyun tertawa terbahak-bahak karena sekarang ia sudah bisa membalaskan dendamnya pada Sunny.

“Sampai kapan kau akan tertawa seperti itu, eoh? Cepat duduk dan ajari aku” ujar Sunny yang mulai geram karena tawa Seohyun yang tak kunjung berhenti.

“Shireo. Salahnya kau tidak mendengarkan pelajaran dan malah sibuk memikirkan hadiah untuk Lee Sungmin” ejek Seohyun lalu kembali melangkahkan kakinya ke pintu keluar sebelum suara nyaring nan cempreng yang berasal dari belakang kembali terdengar.

“Kau mau ke mana?” tanya Sunny panik karena hanya tinggal dirinya seorang diri yang ada di kelas itu.

“Ke kantin. Kau mau titip?” Seohyun tau maksud temannya bertanya seperti itu. Dan sebagai teman yang baik, ia menawarkan sebuah keuntungan bagi Sunny, meskipun pada akhirnya ia akan meminta tip.

“Ne.. ice coffee satu. Dan jangan terlalu lama. Arra?” Sunny memberikan wanti-wantinya kepada Seohyun karena setelah pengamatannya kemarin, temannya itu sangat suka berlama-lama di kantin. Dan setelah pulang dari kantin masih harus ke toilet dulu hanya untuk mencuci tangannya. Aneh bukan?

Seohyun mengangguk pasrah melihat tingkah Sunny yang sedang memberinya wanti-wanti seperti seorang ibu yang menasihati anaknya. Sebenarnya ia sangat ingin membantah, tetapi sepertinya tidak akan berguna. Karena jika ia ingin mengajak Sunny berdebat itu artinya seperti mengeluarkan singa dari kandangnya.

“Arra.. kau cerewet sekali” kata Seohyun bersyukur karena akhirnya bisa menghentikan gerakan mulut sunny.

“Ah, Seohyun kau sudah berlatih acting,kan?”

***

Seohyun membawa dua gelas plastik ice coffee yang berada di tangannya dengan sangat hati-hati. Kalau saja bukan karena penjaga kedai kopi di kantinnya dengan ceroboh menghilangkan tutup gelas yang biasa dipakai oleh kedai itu, ia pasti tidak akan mengalami kesulitan seperti ini.

Dan sesuatu yang membuatnya merasa tambah sial hari ini, ia bertemu lagi dengan Kyuhyun, namja yang sangat ingin dijauhinya di kantin dan membuat pertikaian kecil terjadi di antara mereka. Sayangnya beberapa orang di sana malah berbisik mengatakan Seohyun dan Kyuhyun adalah ‘pasangan yang childish’. Huh, itulah yang menjadi puncak kemarahannya.

Langkah Seohyun terkadang berhenti untuk sekedar menyeimbangkan diri karena beberapa tetes ice coffee mulai menjamahi(?) jemari lentiknya. Baru saja ia akan memulai langkah cepatnya sebelum ada sebuah tangan yang menarik blazer hitamnya secara paksa.

BRUKK

Seseorang menyeret Seohyun ke sebuah lorong sempit yang menghubungkan kantin dengan sekolah, tempat yang belum tentu diketahui oleh semua siswa di sekolah itu. Bahkan Seohyun pun baru mengetahuinya.

“N.. nu.. nuguya?” gumaman takut yang keluar dari bibir mungil Seohyun menggema di lorong, membuat ketakutan yang sejak tadi melanda dirinya semakin menjadi. Terlebih penerangan yang minim membuatnya tidak bisa mengetahui siapa orang yang berada tepat di depannya saat ini.

“Hahaha..” setelah beberapa detik yang begitu mencekam bagi Seohyun sekarang ia bisa menghembuskan nafas lega karena orang yang ada di depannya saat ini adalah seorang yeoja, meskipun ia tidak tahu siapa itu.

“Seo Joo Hyun.. kau konyol sekali” ujar seorang yeoja yang ada di depan Seohyun yang mempersempit jarak di antara mereka. Lalu salah satu tangan yeoja itu mengambil se-cup ice coffee yang sedang dipegang Seohyun.

Alis tebal Seohyun berkerut samar mendengar penuturang yeoja itu. Konyol? Tunggu dulu, sepertinya ia tidak pernah melakukan ataupun mengganggu yeoja itu. Mengenalnya saja mungkin tidak.

“Aku melihat namamu ada di urutan pertama di jadwal casting yang akan dilakukan sekolah minggu depan. Kau sedang berusaha menyaingiku, eoh?”

Urutan pertama? Ah, Seohyun mengetahui siapa orang yang mendaftarkannya, Sunny. Ya, pasti yeoja itu. Memangnya siapa lagi temannya yang tahu kalau ia ingin menjadi tokoh utama dalam drama itu selain Sunny?

“A..”

BYURR

Yeoja itu menyiram Seohyun dengan ice coffee yang berada di tangannya setelah ia menyeruputnya seteguk. Siraman barusan membuat rambut serta seragam Seohyun basah berlumuran kopi, bahkan hampir tidak ada satu bagian yang luput dari siraman itu.

“Oops mianhae, aku tidak sengaja menumpahkannya. Dan sayangnya aku tidak membawa sapu tangan hari ini. Hmm.. sepertinya itu adalah balasan bagi orang yang berani menyaingi aktris serta primadona sekolah sepertiku” yeoja itu berlalu meninggalkan Seohyun dengan tawa riang yang keluar dari bibir tipisnya.

“Jangan terlalu percaya diri, Yoona-ssi. Aku akan membuktikan padamu kalau aku mampu, dan akan kupastikan kalau akulah yang akan mendapatkan peran utama itu” ujar Seohyun yakin dengan suara serak yang menghiasi setiap kata-katanya karena sedang menahan amarah.

Sedangkan yeoja yang diketahui bernama Yoona itu menatap ke arah Seohyun lalu mengembangkan senyum miringnya, tanda mengejek. Meskipun ia tidak yakin Seohyun dapat pelihatnya atau tidak.

“Kita lihat saja, Seo Joohyun” ucapan Yoona barusan mengakhiri percakapan di antara mereka.

TBC

Part 3 finished~ huft, maaf yah readers yang kangen sama ff Achaa(emang ada?!) Achaa postnya agak telat soalnya lagi ada pekan ulangan nih T,T buat readers unyu yang udah baca ff ini berarti udah doain Achaa biar nilai ulharnya bagus (aminin aja biar cepet selesai XD). Dan jangan lupa buat tinggalin jejak kalian yah.

Don’t try to be silent readers ^^ or.. I’ll kick you(?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s