7 Years of Love Part 1

7 years of love cover

Author : Achaa
Title : 7 Years of Love
Twitter : @salsabila1026
Cast : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun, Im Yoona, Lee Sunny, Choi Siwon
Genre : Sad, Romance, School life, etc
Rate : 15 +

Disclaimer : FF ini murni dari otak author, jika ada suatu kesamaan itu hanya kebetulan.

Annyeonghaseyo readersdeul yang ganteng cantik mempesona cetar membahana badai halilintar *plakk (alay kumat XD) di sini author Achaa bakal nge-publish ff abal-abal yang murni dari otak author. Author achaa masih newbie banget loh, jadi tolong kalian jangan matahin semangat author ya. Kalo suka RCL lengkap, ntar kalo ada yg mau ditanyain mention author aja soalnya author termasuk orang yg jarang buka fb. Kalo ga suka tetep RCL ya, keluarin hal-hal apa aja yang menurut kalian masih kurang biar author bisa memperbaiki. Nanti kalau responnya bagus author bakal lanjutin, kalau enggak ya berhenti di sini aja(kejam). Oke, kayaknya author udah kebanyakan bacot. Happy reading.. don’t forget to RCL *bow* ^^

7 Years of Love

Seohyun
“Mencintainya merupakan suatu kebetulan yang sangat tidak kuharapkan… tetapi melupakannya adalah hal yang paling sulit untuk kulakukan dalam hidup ini”

Kyuhyun
“Aku hanya membutuhkan dirimu, yang kutahu hanya ada aku, dan kau di masa depanku.. jangan pernah mengabaikanku.. jangan pernah membuatku berfikir bahwa keputusanku salah.. karena aku membencinya”

AUTHOR POV

Secercah cahaya matahari pagi yang begitu menyilaukan tidak membuat sosok seorang yeoja yang sedang tidur dengan pulas itu terganggu dan memilih untuk membuka matanya, malah sepertinya tidurnya terlihat begitu nyenyak meskipun sesekali tubuhnya bergerak meliuk ke sana- ke mari untuk menghindari cahaya matahari yang membuat tidurnya jadi kurang nyaman.

Dari arah lain seorang namja yang melihat yeoja yang begitu disayanginya sedang tertidur pulas hanya menggelengkan kepala sambil menatapnya kesal, ‘Cepat bangun atau aku akan melakukan hal aneh padamu’ jika tatapan namja itu bisa diartikan mungkin ungkapan itulah yang terdengar cocok dengan tatapan matanya.

Semakin lama namja itu semakin mendekatkan tubuhnya ke arah ranjang sang yeoja, meskipun yeoja yang sedang tertidur itu pasti tidak mengetahui keberadaannya di kasur keramatnya tetapi itu malah mempermudahnya melakukan aksi yang selalu ditahannya selama ini.

BYURRRR

BYURRRR

BYURRRR

“Yaakkk… Oppa hentikan! Kubilang hentikan.. uhuk.. uhukk hentikannn” yeoja yang tadi sedang tertidur dengan pulas itu sekarang sudah benar-benar masuk ke alam nyata dan harus meninggalkan alam mimpinya yang indah karena merasakan sesuatu yang dingin dan basah tumpah tepat di wajahnya.

“Seohyun!! Kau harusnya mengucapkan terimakasih padaku karena meluangkan waktuku untuk membangunkanmu. Lihat sekarang sudah jam berapa? Kau mau telat masuk di hari pertamamu, huh??” cecar namja itu kepada seorang yeoja bernama Seohyun lalu berlalu pergi meninggalkannya karena jika ia telat sedetik saja gadis itu pasti akan membuatnya semakin terlambat berangkat ke kantor.

“Cih, menyebalkan!” umpat Seohyun yang mulai menurunkan kakinya dari ranjang empuknya dengan gerakan anggun dan lamban pertanda ia masih mengantuk, tetapi gerakannya langsung merubah dengan cepat setelah melihat jarum panjang jam yang semakin dekat dengan angka 12.

“Jika Siwon oppa membangunkanku lebih cepat pasti aku sudah sampai di sekolah sekarang” umpat Seohyun sekali lagi namun sayang orang yang sedang menjadi sasaran umpatannya mendengar apa yang baru saja diucapkannya dan membuatnya harus mendapatkan jitakan yang mendarat mulus di kepalanya.

“Jangan salahkan aku pabo. Kau lah yang tidak bisa dibangunkan sejak tadi pagi. Kau pasti tadi malam menonton kodok jelek kesayanganmu itu sampai jam 2 pagi kan? jangan pernah ulangi itu lagi atau besok kau tidak akan sampai ke sekolah tepat pada waktunya” jelas Siwon yang mengomel panjang lebar sampai sesekali butiran roti yang sedang dikunyahnya memuncrat keluar.

Terkadang Seohyun berfikir kalau Siwon lebih terlihat seperti ibunya dibandingkan sepupunya karena sikapnya yan begitu cerewet dan begitu overprotective.

Mungkin karena ia takut amanat yang diberikan Tn. dan Ny. Seo tidak dapat dilakukannya dengan baik. Ya, orang tua Seohyun tinggal di Paris untuk mengurus bisnisnya sementara Seohyun yang begitu merindukan Korea memutuskan untuk pulang kembali ke kampung halamannya dan mengungsi di rumah Choi Siwon, sepupu terdekatnya karena rumahnya yang ada di Korea sudah dijual sejak Seohyun pindah ke Paris. Yah, mungkin saat umurnya masih sekitar 11 tahun.

“Apa yang kau tunggu? Cepat makan sarapanmu!” seru Siwon yang melihat tingkah aneh dan tatapan sinis yang Seohyun tunjukkan. Tentu saja ia bisa menebak kalau Seohyun pasti marah padanya.

***

Seohyun mengamati jalanan kota Seoul yang begitu ramai dengan perasaan antusiasnya yang luar iasa. Ia baru sadar, menghabiskan setengah masa hidupnya di Paris membuat rasa rindunya terhadap negara tempat ia dilahirkan benar-benar sudah tidak bisa ditoleransi.

“Whoaa indahnya” gumam Seohyun yang begitu kagum. Dan tanpa sepengetahuan Seohyun ternyata Siwon yang sedang duduk di balik kemudi itu mendengar gumaman kagum yang keluar dari bibir mungil Seohyun.

“Norak” ujar Siwon pendek tanpa melihat wajah Seohyun. Tetapi perubahan wajah yang drastis di sana dapat segera terdeteksi oleh ekor matanya yang tajam bahkan tanpa harus melihatnya secara langsung.

Sementara orang yang baru saja terkena ejekan Siwon tadi hanya mengerucutkan bibirnya. Seohyun sudah sangat tahu, kalau ia beradu mulut dengan Siwon pasti ialah yang akan kalah, dan biasanya Siwon akan menuntut suatu hukuman atas kekalahan itu.

“Oppa, apakah itu toko kelontong milik Lee ahjhumma?” tanya Seohyun sambil menunjuk-nunjuk suatu rumah tingkat dengan berbagai cat berwarna-warni yang menghiasi rumah itu, terlihat sangat indah. Sepertinya Seohyun begitu mengenal toko ini karena toko ini adalah toko yang sering dikunjunginya bersama eommanya saat ia masih kecil.

“Bukan” jawab Siwon angkuh. Ia memang sedang ingin memancing Seohyun saat ini. Benar-benar tidak lucu.

“Yang di sebelah kiri itu toko buku milik Jungsoo oppa, kan? Wah, dia sekarang pasti sudah besar”

“Bukan”

“Tapi, yang itu pasti toko milik Hyolyn eonni”

“Bukan”

“Oppa, yang itu pasti…”

“Yaaakk… berhentilah bertanya pabo! Kau ingin kita tertabrak salah satu truk pengangkut itu, hah? Lebih baik kau diam saja, suaramu yang cempreng itu benar-benar mengganggu konsentrasiku”

“Aku hanya ingin bertanya itu pasti Sungai Han, kan???!!! Kenapa kau marah padaku? Kalau memang kita terkena kecelakaan itu semua salahmu yang kurang berhati-hati PABO!”

“Tentu saja yang di sana itu Sungai Han! Kau pikir genangan air berwarna mengkilat itu sudah berganti nama menjadi Lotte World huhh??!! Begitu?”

“A…”

“Diamlah, tutup mulutmu atau aku akan menurunkanmu di tengah jalan” seru Siwon yang lagi-lagi memotong ucapan Seohyun. Suaranya begitu dingin, biasanya itu adalah tanda kalau Siwon sudah mulai terpancing kemarahannya. Hey, memangnya siapa yang peduli?

Seohyun tahu kalau jalanan sekarang memang tampak begitu ramai tapi apa salahnya kalau mengajak Siwon mengobrol? Seohyun yang pada dasarnya tidak menyukai sepi itu hanya menggembungkan pipinya sambil bersenandung kecil untuk memecah keheningan. Mau bagaimana lagi?

Karena jika sepupunya itu sudah membicarakan suatu ancaman pasti ia akan langsung melaksanakannya. Dan jalan terbaik yang dapat Seohyun tempuh adalah diam.

5 menit kemudian . . .

“Ka~sudah sampai turunlah” kata Siwon dingin. Sekarang suaranya terdengar lebih dingin dari sebelumnya. Ada apa ini? Sebenarnya dia hanya berakting atau memang benar-benar marah pada Seohyun, yah?

Asal kalian tahu, sepupu Seohyun yang satu ini benar-benar memiliki ketampanan yang luar biasa. Dan untuk menghindari gadis-gadis yang sering menggangnggunya biasanya ia akan mengeluarkan sikap dinginnya dan mengait Seohyun untuk dijadikan pacar palsunya.

“Ne. Ah, oppa aku tak tahu nanti aku pulang jam berapa. Nanti aku naik bis saja dan kau… harus membersihkan rumah sebagai hukuman atas sikapmu yang lancang padaku tadi pagi” kata Seohyun penuh ancaman.

“Mwo?! A….”

“Ssstt.. turuti saja apa kataku atau aku akan melaporkanmu ke appa dan eomma kalau kau tidak bisa menjagaku dengan baik” tukas Seohyun yang memotong ucapan Siwon yang sepertinya sangat jengkel itu. Hey, ingatlah apa yang dilakukan Siwon tadi pagi. Menyiramnya dengan air putih? Yang benar saja, itu cara membangunkan seseorang yang paling buruk yang pernah dilakukan seseorang kepada Seohyun.

Seringaian nakal terpetak jelas di bibir yeoja itu karena Siwon yang pasti sudah tidak bisa melawannya. Ya, kalau sudah membawa-bawa Tn. dan Ny. Seo tentu saja Siwon tidak bisa berkutik lagi.

****

Seohyun celingukan di koridor sekolahnya yang begitu luas. Mencari sebuh kelas seorang diri tanpa ditemani seorang pemandu tentu saja merupakan hal yang sulit untuk dikerjakan, apalagi jika sekolahmu seluas 3 hektare dan ini adalah hari pertama kau memasuki sekolah itu. Dan naasnya hal buruk itu terjadi pada Seohyun.

Sebenarnya ia memang sangat ingin bertanya kepada guru, tapi tidak ada yang lewat. Jika ia harus kembali lagi ia takut tidak bisa menemukan tempat ini lagi. Dan sayangnya tatapan kagum dan sinis yang terpancar dari hampir semua siswa dan siswi yang lewat dihadapannya sangat membuatnya terganggu.

Merasa kelelahan Seohyun ingin duduk sebentar di sebuah bangku panjang yang tersedia di depan kelas. Entahlah sebenarnya Seohyun memang tidak terlalu lelah tetapi berjalan mengitari sekolah dan bertemu dengan orang-orang yang berwajah sama itu membuatnya merasa seperti orang yang kikuk.

Dan tanpa disadarinya ada seorang namja yang berjalan mendekat ke arahnya. Senyum ceria namja itu mengembang begitu melihat sikap kikuk Seohyun. ‘Ya Tuhan, siapa namja ini dan mengapa ia berjalan ke arahku?’ batin Seohyun frustasi.

Baru saja Seohyun ingin berdiri meninggalkan bangku itu ketika teriakan menggema yang terdengar begitu nyaring mengusik telinganya, “OPPA….!!!” ternyata itu teriakan dari seorang yeoja yang dududuk di sampingnya meskipun sedikit jauh. Mungkinkah itu yeojachingunya? Yah wajah Seohyun memang sedikit mirip dengan wajah yeoja yang duduk di sebelahnya tadi tetapi sepertinya pipi Seohyun lebih berisi.

“Yoongie-a..” namja itu bergumam lembut lalu mengacak rambut sang yeoja yang sepertinya sudah menanti kedatangannya. Dan Seohyun baru saja menyadari, suara namja itu begitu kecil dan lirih. Tapi mengapa Seohyun bisa mendengarnya? Aneh.

Mungkin memang tidak seharusnya Seohyun duduk di depan sebuah kelas yang entah kelas apa itu tanpa mencari kelasnya. Sekarang ini sudah hampir bel masuk dan jika Seohyun tidak berhasil menemukan kelas itu ia pastikan akan dicincang hidup-hidup oleh seorang Choi Siwon ketika ia sudah tiba di rumah nanti.

Pandangannya beralih kepada dua sejoli yang sedang bermesraan itu. Terlihat menyenangkan sekali, sang yeoja yang menggelitiki perut namjanya dan sang namja yang mengacaki rambut yeojanya tanpa ampun.

Tanpa disadarinya Seohyun menghela nafasnya lirih ‘kapan aku bisa mempunyai pacar?’ batinnya sambil melihat kedua sejoli itu sebelum melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu.

Baru saja berjalan selangkah tiba-tiba Seohyun sudah langsung dikagetkan oleh seseorang yang tiba-tiba menarik sikunya dari belakang. Dan ketika menyadari yang menariknya itu yeoja, Seohyun hanya bisa bernafas lega.

“Kau pasti Seo Joo Hyun, kan?” tanya yeoja yang tadi telah menarik sikunya tadi. Yeoja itu lebih pendek dari Seohyun dan membuatnya harus sedikit mendongak ketika melihat Seohyun.

“Ne.. bagaimana kau bisa tahu?” tanya Seohyun heran. Sepertinya ini hari pertamanya masuk sekolah tapi mengapa ia sudah dikenal oleh seseorang? ‘Apakah aku terkenal?’ batin Seohyun.

“Kemarin Taeyeon Songsaenim bilang kalau akan ada murid baru di kelas. Ini pasti akan sangat menyenangkan. Aku tidak akan duduk sendiri lagi hehehe..” yeoja itu tertawa sendiri saat menceritakan hal-hal yang sebenarnya tidak dimengerti oleh Seohyun. Tetapi untuk menjaga kesopanannya tentu saja Seohyun tetap mendengarkan semua kata yang dilontarkannya begitu saja.

Saking semangatnya yeoja itu menceritakan hal-hal yang menurutnya menarik untuk Seohyun dengar sampai-sampai Seohyun tidak percaya kalau sekarang ia sudak duduk di bangkunya, tepat di sebelah yeoja cerewet yang sekarang masih tetap melontarkan hal-hal yang tidak jelas untuk pendengaran Seohyun. Mungkin yeoja di sebelahnya ini lebih cocok disebut ‘rapper’ dibandingkan dengan ‘pendongeng’.

“Oh, iya aku tadi belum memperkenalkan namaku. Lee Sun Kyu” yeoja itu akhirnya berhasil berhenti menggerakkan bibirnya untuk memperkenalkan diri kepada Seohyun.

“Ah, ne Sunkyu-ya…”

“Ani.. panggil aku Sunny. Bukankah tadi aku sudah bilang?” tanya yeoja cerewet yang ternyata bernama Sunny itu.

Ah, gawat sepertinya Seohyun tertangkap basah tidak mendengarkan penuturan panjang dari yeoja imut di depannya itu.

“Aish.. jangan marah seperti itu, Sunny-ya. Jebaaall.. aku hanya bercanda. Baiklah jika kau terus menggembungkan pipimu seperti itu aku akan memanggilmu Sunkyu-ya”

***

Jam istirahat pun tiba, membuat semua siswa yang tadinya mengantuk langsung berlarian keluar dari kelas. Bukan hanya di kelas Seohyun, bahkan di tempat lainnya pun begitu. Tetapi berbeda dengan siswa yang lain, Seohyun dan Sunny justru masih sedikit bertengkar kecil di dalam kelas karena pertengkaran mereka yang tadi sempat berhenti.

“Kau benar-benar marah padaku, Sunkyu-ya?” tanya Seohyun dengan nada memelas yang dibuat-buat.

“Sunkyu-ya~”

“Sunkyu-ya~” Seohyun semakin menggoda Sunny meskipun Seohyun tahu Sunny pasti akan marah besar padanya. Tapi memangnya kenapa? Ini sedikit menyenangkan untuknya. Dihari pertamanya masuk sekolah ia sudah bisa menjahili orang lain selain Siwon. Hihi…

“Sun-…” perkataan Seohyun langsung terhenti saat tatapan dari mata sipit Sunny seakan menusuk mata bulatnya secara perlahan. O-ow, sepertinya Seohyun sudah kelewatan.

“Yaakk Sunny-ya kau marah padaku, eoh? Mianhae.. jongmal mianhae, ne? Aku kan kanya bercanda” kata Seohyun memelas sambil menunjukkan wajah angelnya di depan Sunny.

Oh ayolah Seohyun melupakan fakta bahwa Sunny adalah seorang perempuan. Biasanya meng-aegyokan wajahnya adalah hal yang paling ampuh untuk meruntuhkan benteng keangkuhan Siwon. Tapi lihatlah siapa lawannya di sini. Seohyun bahkan ragu kalau Sunny mau memaafkannya. Apalagi Sunny memiliki wajah yang lebih aegyo darinya.

“Aish.. arraseo, tapi dengan satu syarat” kata Sunny sambil mengacungkan jari telunjuknya. Nada ketus yang masih terdengar sangat kental di sana membuat Seohyun harus menahan tawanya.

“Nde? Apa.. apa itu???” tanya Seohyun bersemangat.

“Kau.. harus membayariku makan di kantin. Baru aku bisa memaafkanmu. Arraseo?” tanya Sunny sambil membuat wajahnya terlihat aegyo. Benar, kan? Sunny bahkan tampak sangat imut baginya.

“Hmm.. arraseo. Tapi kau harus mengantarku karena aku tidak tahu tempatnya” kata Seohyun ragu. Tapi di lubuk katinya yang terdalam ia sangat berharap kalau Sunny tidak membolongi dompetnya.

***

“Kau sepertinya memperhatikannya terus sejak tadi” kata Sunny pendek tapi tetap membuat Seohyun tertohok mendengarnya. Astaga, apakah sangat terlihat kalau ia memang memperhatikan namja itu terus sejak tadi?

“An.. anio. Aku memperhatikan tempat sampah itu. Sepertinya sejak tadi tidak ada yang mengisinya” bodoh. Rutuk Seohyun dalam hatinya. Jika ia terlihat kikuk seperti itu Sunny malah tambah yakin kalau Seohyun sejak tadi memang memperhatikan namja itu.

Dan sialnya Sunny yang dapat merasakan kalau Seohyun tengah dilanda kegugupan itu hanya tersenyum menggoda kepada Seohyun dan membuat Seohyun merasa semakin tidak nyaman dengan tindakan jahil yang Sunny lakukan. ‘Apakah gadis itu ingin balas dendam?’ batin Seohyun kesal.

Kalau tahu Sunny akan menggodanya dan terus meyakinkan kalau Seohyun menyukai namja yang hampir salah mengenalinya tadi pagi itu pasti ia tidak akan pernah memanggil Sunny dengan nama lahirnnya.

“Lee Sunkyu kau sudah membuat dompetku bolong dan sekarang kau terus menggodaku dengan namja yang belum kuketahui namanya itu. Aishh… kenapa aku bisa bertemu orang seperti dia, sih?” Seohyun bergumam kecil sambil mengolok-olok Sunny dalam hati.

Dan hal yang tidak dapat Seohyun percaya adalah mengapa ia masih ingin mengantarkan Sunny ke toilet wanita? Ah, yeoja itu pasti sudah gila.

“Cih, lelet sekali. Lebih baik kutinggal saja” gerutu Seohyun saat menyadari kalau bel masuk sudah berbunyi sejak semenit yang lalu.

***

Seohyun menggerutu kesal di pinggir jalan. Menyebalkan sekali. Jika saja Siwon, sepupunya yang selalu dianggap musuh oleh seorang Seo Joohyun tidak mengalami mogok di tengah jalan ia pasti sudah bisa merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk sekarang.

Baru saja Seohyun akan memencet tombol ‘panggil’ untuk memanggil Siwon dan memakinya lewat telepon ketika suara bass yang dipastikan suara seorang namja membuat aktivitasnya terhenti.

“Agasshi.. jangan berdiri di situ. Ayo cepat lari!” titah seorang namja yang dengan lancangnya menarik pergelangan tangan Seohyun dan mengajaknya untuk berlari bersama.

“Yaakk apa yang kau lakukan namja pabo!! Cepat lepaskan tanganmu sekarang!” kata Seohyun yang berusaha menarik pergelangan tangannya tetapi percuma, tenaganya kalah.

“Pabo! Apa kau tidak kita sedang dikejar anjing? Jika kau ingin digigit anjing itu aku akan melepaskan genggamanku”

“Yakk.. mengapa tidak bilang??!! Ayo percepat larimu!” teriak Seohyun takut dan sekarang Seohyun malah berada di depan namja itu.

10 menit kemudian . . .

“Hei, apa kita masih dikejar anjing itu?” tanya namja yang tadi membawa Seohyun lari. Sedangkan Seohyun memandang ragu keadaan di sekitarnya. Ia tidak menetahui tempat ini. Gawat. Bagaimana caranya ia pulang sekarang?

“Hei…”

“Ti..tidak…” ucapan Seohyun menggantung karena kecemasan yang sedang melandanya saat ini. Dan lagi kecemasannya bercampur dengan kegugupan saat mengetahui namja yang tadi menariknya untuk lari bersama.

Namja itu… adalah namja yang tadi pagi salah mengenalinya. Namja yang menjadi topik utamanya bersama Sunny hari ini kini ada di depan wajahnya.

‘Tuhan.. apakah hari ini tidak bisa menjadi lebih buruk lagi?’ batin Seohyun sambil menggigit bibir bawahnya.

TBC

Alhamdulillah akhirnya part 1 ff ini selesai ^O^)9 nah tadi Achaa udah bilang ya kalo Achaa ini masih author amatiran. Jadi maafkan Achaa kalo hasilnya kurang memuaskan kaka :3. Makasih banget buat yang udah baca ff ini jangan lupa RCL..

Dont be silent reader, okay?😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s