7 Years of Love Part 2

7 years of love cover

Author : Achaa
Title : 7 Years of Love
Twitter : @salsabila1026
Cast : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun, Im Yoona, Lee Sunny, Choi Siwon
Genre : Sad, Romance, School life, etc
Rate : 15 +
Disclaimer : FF ini murni dari otak author, jika ada suatu kesamaan itu hanya kebetulan.

Haiii readersku tercintaaa *ciumin good readers satu-satu* Acha bawain part ke-2 ff abal-abal bikinan Achaa nih. Oh iya makasih banget ya buat good readers yang udah nyempetin like+comment dan kasih masukan buat Achaa.. duhh seneng banget hehe. Achaa baca semua comment kalian loh, tapi maaf ya ga bisa like/balesin comment kalian satu-satu soalnya nama fb Achaa masih dirahasiakan *eaaakk -,-. Yah walaupun selisih comment sama likenya agak banyak tapi author kalian yg cantik ini tetep mau ngelanjutin ffnya… Achaa baik kan :3 *readers:enggaakk *plakk* -,-. Dan buat readers yang nanyain SKM ntar yaa sabar dulu kan masih part satu.

PS : Kalo kalian ketemu sama rangkaian huruf bold itu artinya flashback, okay?

HAPPY READING, DONT FORGET TO RCL!!! ^^

7 Years of Love

Seohyun
“Mencintainya merupakan suatu kebetulan yang sangat tidak kuharapkan… tetapi melupakannya adalah hal yang paling sulit untuk kulakukan dalam hidup ini”

Kyuhyun
“Aku hanya membutuhkan dirimu, yang kutahu hanya ada aku, dan kau di masa depanku.. jangan pernah mengabaikanku.. jangan pernah membuatku berfikir bahwa keputusanku salah.. karena aku membencinya”

***

“Hei, apa kita masih dikejar anjing itu?” tanya namja yang tadi membawa Seohyun lari. Sedangkan Seohyun memandang ragu keadaan di sekitarnya. Ia tidak menetahui tempat ini. Gawat. Bagaimana caranya ia pulang sekarang?

“Hei…”

“Ti..tidak…” ucapan Seohyun menggantung karena kecemasan yang sedang melandanya saat ini. Dan lagi kecemasannya bercampur dengan kegugupan saat mengetahui namja yang tadi menariknya untuk lari bersama.

Namja itu… adalah namja yang tadi pagi salah mengenalinya. Namja yang menjadi topik utamanya bersama Sunny hari ini kini ada di depan wajahnya.

‘Tuhan.. apakah hari ini tidak bisa menjadi lebih buruk lagi?’ batin Seohyun sambil menggigit bibir bawahnya.

***

AUTHOR POV

Seohyun dan namja yang belum diketahui namanya itu kini sedang duduk bersama di sebuah gubuk kecil yang entah untuk apa. Mereka berdua masih mengatur nafas karena terlalu lelah berlari dan mungkin jika sekarang tubuh Seohyun tidak ditopang oleh sebuah tembok yang kokoh ia sudah tidak sadarkan diri.

“K…kau.. pu.. punya.. air?? Hhh…” tanya Seohyun yang masih mengatur sistem pernafasannya. Jujur saja ia merasa paru-parunya akan meledak tidak lama lagi.

Namja itu memandang Seohyun dengan tatapan aneh. ‘Bahkan belum berkenalan, bisa-bisanya yeoja itu ingin meminta air minumku’ batin namja itu kesal. Kalau saja orang yang meminta minumnya bukan seorang yeoja ia pasti tidak akan memberikannya.

“Ini…” kata namja itu sambil menjulurkan botol minum berwarna biru yang bekapasitas 2 liter miliknya.

Dengan sigap Seohyun langsung mengambilnya dan membuat isi botol minum itu tinggal seperempat.

“Cho Kyuhyun” kata namja itu singkat tetapi langsung membuat Seohyun menyemburkan air yang sedang berada di mulutnya secara tiba-tiba.

“Uhukk..uhukk.. nde? Kau bicara apa?” tanya Seohyun sambil memasang wajah polosnya. Tentu saja Seohyun sangat kaget, saat ia sedang asyik menikmati air yang turun ke kerongkongannya secara pelan-pelan, tiba-tiba saja ada orang yang menyebutkan sebuah nama yang membuatnya sangat terkejut.

“Cho Kyuhyun, namaku Cho Kyuhyun. Siapa namamu?” tanya namja yang diketahui bernama Kyuhyun itu kesal. Bahkan ia baru pertama kali ini melihat orang sepolos dan sekikuk Seohyun.

Sebenarnya Kyuhyun memang sengaja menghentikan aktivitas Seohyun yang sedang menumpahkan isi botol minumnya ke dalam kerongkongannya tanpa ampun . Mungkin jika tidak dihentikan botol minum miliknya yang amat berharga itu sudah habis di tangan yeoja rakus yang sedang memasang wajah kikuk tapi tetap terlihat cantik itu. Eh?

“Eum.. Seo Joohyun. Tapi panggil aku Seohyun saja, ne? Ah iya gomawo. Sekarang aku sudah merasa lebih baik” kata Seohyun panjang lebar. Matanya menampilkan kilatan yang tidak biasa saat menatap Kyuhyun.

Sedangkan Kyuhyun yang melihatnya itu hanya mampu mengumpat kecil, bagaimana bisa persediaan air minumnya yang tadi terisi penuh sekarang tinggal seperempat? Bahkan namja itu sama sekali belum meminumnya setetespun. Benar-benar yeoja rakus.

“Hmm.. cheonma. Kenapa memandangku seperti itu?” tanya Kyuhyun penasaran. Sebenarnya Kyuhyun sudah bisa menebak kalau Seohyun pasti sedang mengagumi ketampanannya yang di atas rata-rata. Dan kita lihat saja, jika memang itu yang Seohyun lakukan pasti pipinya akan berubah menjadi seperti tomat sebentar lagi.

“An.. annio. Hanya saja sepertinya aku pernah mengenalmu sebelumnya” kata Seohyun sambil memandang Kyuhyun lekat. Kyuhyun yang merasa ditatap itu hanya mampu memalingkan wajahnya karena malu. Melihat reaksi Seohyun yang biasa-biasa saja membuatnya sedikit kecewa. Sepertinya Seohyun tidak mengagumi ketampanannya. Astaga, sepertinya Kyuhyun memang terlalu narsis.

Kyuhyun mendudukkan kembali tubuhnya di sebelah Seohyun, sepertinya yeoja itu terlihat sedikit melemah. Matanya juga sedikit mengkilat dan berkaca-kaca. Hei, apakah yeoja itu sedang menahan tangisnya. Memangnya apa yang tadi dilakukan oleh Kyuhyun?

“Yaaakk.. Seohyun-ah kau kenapa, eoh? Jangan membuatku takut” Kyuhyun terlihat kebingungan saat melihat yeoja yang baru saja dikenalnya itu tiba-tiba menangis. Ada apa dengannya? Sepertinya ini adalah kali pertama ada seorang yeoja yang menagis tepat di hadapannya. Apa mungkin yeoja bernama Seohyun itu terlalu terharu karena bisa bertemu secara langsung dengan bintang sekolah Cho Kyuhyun?

“Hiks.. Kyuhyun-ssi aku tidak tahu di mana rumahku. Sekarang bagaimana aku pulang hiks” kata Seohyun sambil menyeka air matanya.

Tapi sepertinya ada sesuatu yang ditahan di dalam suaranya dan hanya Seohyun yang dapat mengetahui serta merasakannya karena namja yang ada di sebelahnya ini sepertinya tidak cukup peka untuk menyadarinya.

Sementara Kyuhyun yang sejak tadi memandangi Seohyun yang sedang menangis itu hanya bisa membulatkan matanya tidak percaya. Bahkan mungkin orang yang melihatnya akan beranggapan kalau bola mata namja itu siap untuk keluar dari tempatnya saat ini.

“Mworago????!!! Bagaimana kau bisa tidak tahu???!!” tanya Kyuhyun kesal. Bagaimana mungkin ia bisa mengantar yeoja itu kalau bahkan yeoja yang akan diantar olehnya tidak tahu rumahnya di mana?

Dan sekali lagi, jika saja Seohyun bukan seorang yeoja pasti sekarang Kyuhyun sudah meninggalkannya sendiri dan membiarkannya mencari jalan pulang tanpa bantuannya. Tapi sayangnya rasa kasihannya kepada yeoja yang ada di depannya itu membuatnya merasa tak tega untuk meninggalkannya. Ingat, Kyuhyun hanya kasihan.

“Aku menghabiskan setengah masa hidupku di Paris dan baru kembali hari ini. Tentu saja aku lupa di mana rumahku..” kata Seohyun sambil mengelap ingusnya(?) yang meler. Persis seperti anak TK yang kehilangan ibunya.

1 detik…

2 detik…

3 detik…

“Tapi, yang kutahu rumahku berwarna putih dan bertingkat dua, pagarnya berwarna coklat” lanjut Seohyun sambil mendongakkan kepalanya, seperti sedang mencoba mengingat sesuatu. Rumah Siwon, ia sangat mengingat bagaimana bentuk rumah itu. Tapi sayangnya ia tidak pernah bertanya di mana rumah itu berada.

Kali ini Kyuhyun tidak bisa menahan emosinya lagi. Diacaknya rambut coklat indah miliknya sampai kusut tak berbentuk. Yang benar saja. Rumah berwarna putih? Bertingkat dua? Pagar coklat? Rumah seperti itu pasti jumlahnya sangat banyak di Seoul. Dan intinya.. sekarang ia harus mengitari Seoul hanya untuk mencari rumah seorang yeoja?!

‘Ini…sangat…gila…’ gumam Kyuhyun frustasi.

Padahal moodnya saat pagi tadi terasa begitu baik, tetapi sekarang sepertinya mood baiknya itu sudah hilang menguap bersama sinar matahari yang menyengat kepalanya karena seorang Seo Joohyun, gadis kikuk yang membuatnya repot bukan main.

Hening sesaat.

Sepertinya di antara keduanya tidak ada yang ingin membuka percakapan atau paling tidak membuka mulutnya. Seohyun, gadis yang masih takut melihat ekspresi Kyuhyun hanya berdiam diri sambil merasakan angin yang menerpa kulitnya. Dan Kyuhyun, namja yang sedang menahan emosinya itu hanya berdiam diri sambil memikirkan jalan keluar terbaik agar ia bisa segera pulang dan berkutat dengan gamenya.

“Ah! Aku tahu!” Kyuhyun mengacungkan jari telunjuknya ke atas menandakan kalau ia mendapatkan sebuah ide yang cemerlang. Sepertinya Kyuhyun benar-benar senang sekarang.

Seohyun yang sedang duduk di sebelahnya hanya dapat melihat tingkah aneh Kyuhyun dengan tatapan cengonya. ‘Aneh sekali, sepertinya baru saja ia selesai memarahiku dan sekarang ia malah memasang senyum gaje seperti itu. Apa ia sedang sakit?’ batin Seohyun heran.

“Hmm.. Seohyun-ah bagaimana kalau kau menunggu di rumahku dulu lalu meminta supirmu menjemputmu? Memangnya sampai kapan kita mau terus di sini?” kata Kyuhyun menyuarakan pikirannya kepada Seohyun.

“Wah, apa tidak merepotkan?” tanya Seohyun yang merasa tidak enak. Ini adalah kali pertamanya bermain ke rumah seorang namja yang baru saja dikenalnya. Walaupun sebenarnya ehm.. ini bisa disebut pertanyaan basa basi karena kalian semua pasti sudah langsung mengetahui jawabannya.

“Tentu saja itu sangat merepotkan bagiku. Tapi mau bagaimana lagi?” kata Kyuhyun kesal. Padahal ia sudah mencoba memendam emosinya tapi yeoja itu malah membuatnya teringat kembali.

‘Haish, kenapa dia jujur sekali?’ batin Seohyun yang mengerucutkan bibirnya. Sangat manis, bahkan Kyuhyun sepertinya tidak tahan melihatnya.

“Kajja~” ucap Kyuhyun meninggalkan Seohyun yang masih memajukan bibirnya dan mulai berjalan di depan Seohyun, persis seperti seorang pemandu wisata.

***

Setelah berjalan sedikit jauh Kyuhyun merasa ada yang janggal di belakangnya, sepertinya ia tidak merasakan ada gerakan tapak kaki yang mendekat ke arahnya, atau bahkan sumpah serapah yang mungkin akan dihadiahkan Seohyun untuknya karena sudah berbicara terlalu jujur.

Kyuhyun melongokkan kepalanya ke belakang melihat apa lagi hal aneh yang sedang diciptakan oleh gadis itu. Dan tatapannya seakan berubah menjadi tatapan heran melihat Seohyun yang terduduk lemas di aspal sambil memasang wajah memelasnya.

“Appo…” rintih Seohyun lirih sambil memegangi pergelangan kakinya yang tampak memerah. Bagaimana tidak memerah? Saat berlari tadi Seohyun terjatuh beberapa kali dan mungkin itu membuat pergelangan kakinya terkilir.

Perlahan namja bernama Kyuhyun itu menjongkokkan tubuhnya dan menepuk-nepuk punggungnya menyuruh Seohyun naik ke atas sana. ‘Gwenchanna Kyuhyun, menolong orang yang sedang dilanda kesusahan akan membuat kita ikut berbahagia’ batin Kyuhyun meyakinkan dirinya. Maklum saja, kemarin ia barusan diceramahi oleh seorang Pendeta.

Seohyun yang melihat sinyal itu langsung menaikkan tubuhnya ke punggung Kyuhyun. Lagi, Seohyun merepotkan Kyuhyun lagi. Terkadang ia sedikit merutuki nasibnya yang selalu sial saat hari pertama masuk sekolah.

Perjalanan yang dilintasi keduanya terasa sangat sepi, ditambah dengan cahaya matahari di siang bolong yang langsung menembus permukaan punggung dan kulit kepala Seohyun menambah kesialannya hari ini. Bahkan luka di kakinya belum sembuh, dan sekarang kesialannya harus bertambah lagi. Seo Joohyun, lain kali kau harus lebih berhati-hati.

“Dadamu.. rata sekali ya” gumam Kyuhyun yang memecahkan keheningan di antara keduanya sambil menyeringai kecil, padahal sebenarnya mulut dengan hatinya tidak sependapat.

PLETAK

Satu jitakan mendarat mulus di kepala Kyuhyun disusul dengan beberapa jitakan yang lebih perih dari sebelumnya. Jitakan bertubi-tubi itu membuat Kyuhyun mengaduh kesakitan dan memohon ampun kepada Seohyun.

“Itu hadiah untukmu namja mesum!!! Dasar pencuri kesempatan.. haish, lebih baik kau turunkan saja aku” kata Seohyun setelah puas memberi hadiah spesial untuk Kyuhyun.

Dan sesuai dengan apa yang Seohyun katakan, Kyuhyun benar-benar menurunkan yeoja itu dari gendongannya secara tiba-tiba dan membuat Seohyun kaget bukan main.

“Aduh.. pantatku. Yaaakk jangan tinggalkan aku! Haa kakiku sakit sekali. Ya ampun eomma, bagaimana aku bisa pulang sekarang huhuhuu..”

***

Kini kedua sejoli yang sejak tadi saling beradu mulut sudah sampai di tempat tujuan mereka, rumah salah satu dari dua sejoli itu yang bernama Cho Kyuhyun~

Rumah yang besar nan megah, tidak jauh berbeda dengan rumahnya yang ia tempati sekarang. Hmm ralat, rumah Siwon yang sedang ditempatinya saat ini. Yah sepertinya rumah Siwon malah jauh lebih besar dari ini tetapi keadaannya jauh lebih sepi.

“Cho Kyuhyun kenapa kau lama sekali, eoh?! Kau tahu beta… ah, rupanya kau kau membawa tamu” kata seorang yeoja yang sepertinya lebih tua dari Kyuhyun sambil melihat ke belakang tubuh Kyuhyun, tempat tamu itu berada.

Jika kalian bisa mendengarnya, suara yeoja itu berubah 180 derajat setelah mengetahui kalau Kyuhyun membawa tamu. Apalagi tamunya adalah seorang yeoja.

“Noona, kau sudah datang rupanya. Tolong obati dia ya, aku ganti baju dulu” kata Kyuhyun yang sekarang sudah mendudukkan Seohyun di sofa high quality miliknya dan mulai memeluk kakaknya. Setelah itu ia langsung pergi bahkan tanpa mengucapkan sepatah kata pada Seohyun.

“YAAAAKK.. KYU!! KAU TIDAK MERINDUKANKU HAAA???!!” yeoja itu berteriak sangat kencang kepada Kyuhyun yang sudah menghilang entah ke mana.

“Ah, mianhae. Sepertinya aku mengagetkanmu” kata yeoja itu berusaha menahan malu. Seohyun yang merasa diajak bicara hanya menggeleng sambil tersenyum semeyakinkan mungkin, meskipun sebenarnya ia sangat kaget dengan teriakan cempreng tadi.

“Kenalkan, namaku Cho Ahra. Kau pasti sudah mengenal adikku yang sangat nakal itu, kan?” tanya Ahra yang mulai menjulurkan tangannya setelah ia mengambil kotak P3K.

“Namaku Seo Joohyun, eonni. Tapi panggil saja aku dengan nama Seohyun. Soal adikmu yang nakal itu.. sepertinya ia tidak mirip denganmu” kata Seohyun yang membalas uluran tangan dari kakak Kyuhyun dan mulai membayangkan tingkah-tingkah aneh yang Kyuhyun lakukan saat bersamanya.

“Oh, senang berkenalan denganmu, Seohyun. Kau tahu, kau adalah yeoja pertama yang pernah memasuki rumah ini. Apa kalian berteman dekat?” tanya Ahra mencoba memulai pembicaraan dengan Seohyun.

Yeoja yang sedang duduk di sofa itu hanya dapat menggeleng untuk menjawab pertanyaan Ahra. Yeoja yang pertama? Waw, Seohyun sangat merasa tersanjung mendengarnya.

Merasa suasana di sekitarnya berubah menjadi awkward, Ahra mulai mencoba merubah model percakapan agar Seohyun lebih tertarik. Sama seperti Seohyun, Ahra juga tidak menyukai keheningan dan kehampaan. Mungkin hampir semua yeoja juga memiliki sifat yang sama.

“Dan, kami memang tidak mirip. Asal kau tahu, sifatnya sangat bertolak belakang denganku hahaha” Ahra memulai lelucon karangannya sambil mengobati Seohyun agar yeoja itu bisa sedikit menetralisir rasa sakit di pergelangan kakinya.

“Jinjja eonni? Bisakah kau menceritakannya padaku?” tanya Seohyun yang rasa ingin tahunya mulai terusik. Ini benar-benar kesempatan yang bagus untuk mengetahui apa saja hal-hal konyol yang pernah dilakukan namja tampan bernama Cho Kyuhyun itu. Eh? Tampan?!

Seohyun mendadak cengo karena pikirannya yang semakin lama semakin awut-awutan. Tetapi ekspresinya kian berubah ketika Ahra, kakak Kyuhyun mulai membuka mulut untuk berbicara lagi. Tentu saja membicarakan apa saja hal konyol yang pernah dilakukan Kyuhyun.

“Ne, tentu saja. Dia itu….”

“BWAHAHAHAHAHA” gelak tawa memecah suasanya hening yang mengekang di rumah itu. Bahkan hampir lima menit mereka tertawa tetapi rasa gelinya terhadap ‘topik’ yang mereka bicarakan membuat mereka sulit untuk menghentikan tawa itu.

***

Seohyun mencoba berjalan dibantu oleh Ahra yang memapahnya dengan sangat hati-hati. Tentu saja sebenarnya Seohyun belum ingin beranjak dari sofa empuk itu karena pergelangan kakinya yang masih berdenyut ngeri. Hanya saja supir baru(read: Siwon) sudah menunggunya dengan tatapan dingin di depan gerbang.

“Nah, Seohyun kau harus berhati-hati ya saat berjalan” saran Ahra sambil memindahkan tangan Seohyun yang berada di pundaknya ke pundak kekar milik Siwon.

“Ne, eonni. Gomawo sudah membantuku” kata Seohyun sambil memasang senyum manis andalannya kepada Ahra sebagai bentuk rasa terima kasih.

“Dan..kau..” Seohyun memajukan jari telunjuk dan jari tengahnya ke depan mata Kyuhyun, persis seperti ingin mencolok kedua mata indah itu dengan jarinya. “Gomawo” lanjut Seohyun dengan nada ketus yang dibuat-buat.

Lalu setelah itu sumpah serapah yang ingin diberikan Seohyun kepada Kyuhyun harus dibatalkan karena Siwon sudah menarik tangannya dan mulai memasukkan tubuh Seohyun ke dalam mobil.

“Pai-pai~” lambaian tangan serta senyuman terlukis dengan sempurna di wajah Seohyun, menghantarkan kepulangannya dari rumah besar nan megah milik keluarga Cho. Tetapi senyumnya yang mengembang sempurna itu sedikit memudar ketika melihat reaksi Kyuhyun yang menatapnya dengan tatapan sinis.

‘Namja itu.. kenapa menatapku seperti itu?’ batin Seohyun heran. Sesaat kemudian lambaian serta senyuman itu mengembang lagi saat Ahra memanggil namanya.

TBC

Part 2 terselesaikan~ huft semoga part ini bisa bikin rasa penasaran readers sedikit terobati. Eh bentar lagi Achaa ultah loh, kalo ada yang mau kasih kado, Achaa ikhlas kok nerimanya *plakk*.

Dan, seperti pesan aku yang di part kemarin RCLnya yang lengkap ya kak :3 Achaa bakal nerima semua komentar kalian mulai dari saran, kritik membangun, pujian, atau apapun itu bakalan Achaa terima dengan lapang dada. Asal jangan bash😀

So, don’t be silent reader okay?

2 thoughts on “7 Years of Love Part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s