7 Years of Love Part 4

7 years of love cover

Author : Achaa
Title : 7 Years of Love
Twitter : @salsabila1026
Cast : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun, etc.
Genre : Sad, Romance, School life, etc.
Rate : 15 +

Disclaimer : FF ini murni dari otak author, jika ada suatu kesamaan itu hanya kebetulan.

Hai.. Achaa dateng lagi *koprol*. Pokoknya intinya Achaa pengen commentnya lebih banyak dari sebelumnya, kalo bisa like sama commentnya agak diseimbangin biar Achaa semangat ngepostnya. Dan untuk typo, di dunia ini gaada yang namanya sempurna. Manusia itu pasti sering membuat kesalahan, kalo ga pernah namanya bukan manusia dong bro😀

HAPPY READING, DONT FORGET TO RCL!!! ^^

7 Years of Love

Seohyun
“Mencintainya merupakan suatu kebetulan yang sangat tidak kuharapkan… tetapi melupakannya adalah hal yang paling sulit untuk kulakukan dalam hidup ini”

Kyuhyun
“Aku hanya membutuhkan dirimu, yang kutahu hanya ada aku, dan kau di masa depanku.. jangan pernah mengabaikanku.. jangan pernah membuatku berfikir bahwa keputusanku salah.. karena aku membencinya”

***

“Aku melihat namamu ada di urutan pertama di jadwal casting yang akan dilakukan sekolah minggu depan. Kau sedang berusaha menyaingiku, eoh?”

“A..”

BYURR

“Oops mianhae, aku tidak sengaja menumpahkannya. Dan sayangnya aku tidak membawa sapu tangan hari ini. Hmm.. sepertinya itu adalah balasan bagi orang yang berani menyaingi aktris serta primadona sekolah sepertiku” yeoja itu berlalu meninggalkan Seohyun dengan tawa riang yang keluar dari bibir tipisnya.

“Jangan terlalu percaya diri, Yoona-ssi. Aku akan membuktikan padamu kalau aku mampu, dan akan kupastikan kalau akulah yang akan mendapatkan peran utama itu” ujar Seohyun yakin dengan suara serak yang menghiasi setiap kata-katanya karena sedang menahan amarah.

“Kita lihat saja, Seo Joohyun” ucapan Yoona barusan mengakhiri percakapan di antara mereka.

***

AUTHOR POV

“Aaaa….” pekik Seohyun pada dirinya sendiri. Ia mengarahkan pandangannya kepada cermin tua yang ada di dekat tempat ia berdiri. “aish berantakan sekali” gumamnya sambil menata kembali rambut juga seragamnya, lalu mengelapnya dengan tisu meskipun usaha itu sia-sia. “Hah, dasar yeoja sialan”

***

Jreeng.. jreeng… (sound effect gagal-_-)

“Aiissh, Kyu. Kau salah, nadanya benar-benar tidak enak didengar” kesal seorang namja yang diketahui bernama Jonghyun, namja yang paling pintar dalam urusan gitar. “Sini biar kuajari” ujarnya lalu mengambil posisi duduk di sebelah Kyuhyun.

Kyuhyun mendesis kesal melihat gitar barunya disentuh dan diraba orang lain selain dirinya. “Setidaknya biarkan aku mencoba, Hyun-ah” Jonghyun yang mendengarnya menggeleng, tetap ngotot ingin mengajari Kyuhyun ‘cara menggitar yang benar’. “Yaakk.. kembalikan gitarku!”

“Anni! Kau harus kuajari menggitar dulu!”

“Yaaakkk….”

“Yaaaaaaaaaakkk….”

“Haish, dua bocah itu selalu saja bertengkar karena gitar” Changmin menggeleng kecil merutuki kenapa ia bisa memiliki sahabat yang sangat kekanak-kanakan, lalu kembali membaca novelnya dan menyender di kusen jendela.

Cho Kyuhyun, Shim Changmin, dan Lee Jonghyun bersahabat sejak SMP. Mereka selalu membagi waktu luang untuk bersama, meskipun hanya pernah sekelas satu kali kebersamaan mereka tidak lepas sampai di situ. Setidaknya jika kesibukan di kelas masing-masing sudah cukup menyita waktu mereka pasti tetap akan berkumpul setelah pulang sekolah untuk bertanding game. Saat lulus dan menaiki jenjang SMA mereka menemukan satu orang lagi yang cocok untuk mereka jadikan sahabat, Choi Minho, namja pintar yang saat SMP memasuki kelas akselerasi ini sekarang ada di kelas 3, walau begitu ia tidak pernah absen untuk bermain bersama setidaknya satu minggu sekali. Karena dulu Kyuhyunlah yang membentuk lingkaran persahabatan di antara mereka, maka nama gangnya adalah Kyu-Line, gang yang sangat terkenal dengan ketampanan, keangkuhan, kekayaan, dan kepintarannya. Dan berdasarkan ide dari Changmin mereka juga membentuk F4, dengan Yoona (mantan yeojachingu Jonghyun yang saat ini menjadi yeojachingu Kyuhyun) sebagai Geum Jandi.

“Hei, hyung kenapa berdiri di dekat jendela?” tanya Kyuhyun mengalihkan perhatian Jonghyun setelah lelah berargumen dengan namja itu.

“An.. anni!” ujar Changmin, menjauh dari jendela yang tadi ia tempati lalu mendudukkan pantatnya di sofa. “Aku hanya sedang menerawang” lanjut Changmin tenang. Sebenarnya ia ngeri melihat wajah Kyuhyun dan Jonghyun yang sangat ingin menggodanya.

“Bilang saja kau merindukan Sooyoung” ujar Kyuhyun ringan, benar-benar tidak tahu kalau kata-kata yang baru saja ia ucapkan tadi sangat menusuk Changmin.

“Yaak.. Jangan sebut namanya!” lenguh Changmin memelas, tidak tahan jika harus megingat mantannya. Lenguhan memelas itu malah disambut gurauan bahagia oleh Kyuhyun dan Jonghyun yang ber-tos ria, senang karena usaha evil mereka berhasil.

Teng.. teng..

“Aku masuk kelas dulu ya, bye” Kyuhyun meninggalkan kawanan Kyu-Line di ‘markas rahasia’ mereka, tidak ingin telat masuk kelas matematika Kim Taeyeon, guru yang paling killer dan paling ditakuti di sekolah. “Kalian tidak masuk?” tanya Kyuhyun heran, menyumbulkan kepalanya di ujung pintu sebelum ia benar-benar pergi.

Changmin dan Jonghyun yang memang satu kelas menggeleng bersama, “Tidak, kami tidak membawa baju olahraga” ujar mereka hampir serempak.

“Baiklah kalau begitu, bye”

“Bye”

Klek

Kyuhyun menutup pintu markasnya perlahan, takut-takut jika debaman keras yang ia ciptakan membuatnya menjadi tontonan umum dan sekolah akan melarangnya untuk membuat markas rahasia lagi. Setelah merasa aman, Kyuhyun berjalan meninggalkan markas itu sambil melihat-lihat keadaan sekitar. Ia mencari sebuah suara samar yang terdengar sangat memilukan di telinga kanannya. “Hikss..” suara itu terdengar lagi, gumamnya. Dengan langkah ragu kaki Kyuhyun tergerak untuk mencari suara itu. Ia menyipitkan matanya memastikan apakah seseorang yang sedang memunggunginya kali ini benar-benar orang atau bukan, mengingat keadaan lorong dekat markas yang gelap dan jarang ditempati. Merasa penasaran, Kyuhyun memegang pundak orang itu.

“AAAA!!!” pekikan khas yeoja menyeruak di gendang telinga Kyuhyun membuatnya mau-tidak-mau juga ikut memekik karena terkejut.

“Yaakk kau lagi, dada rata” ujar Kyuhyun setelah menghilangkan keterkejutannya. Ia kaget setengah mati melihat penampilan Seohyun yang mengerikan. Rambut acak-acakan, blazer tidak terpakai, rok dan seragam putih yang berantakan dengan bercak coklat yang hampir menutupi seluruh bagian seragamnya. Sebenarnya penampilan seperti itu terlihat errr.. menggoda bagi Kyuhyun. “Kenapa kau menangis?” tanyanya mencoba menghilangkan pikiran kotor yang berputar ria di otak yadongnya *plakk.

“Tidak bisakah kau memanggil namaku?” dengus Seohyun kesal mendengar julukan baru yang Kyuhyun berikan padanya. Baru saja ia ingin membuka mulutnya, lalu menggagalkan niatnya kembali setelah menimang konsekuensi yang akan terjadi jika ia mengatakan yang sebenarnya. Bayangkan saja, jika Seohyun mengadu kalau yeojachingu namja di depannya ini adalah sumber dari segala sumber masalah yang menimpanya, bukan pembelaan yang akan namja itu berikan, yang ada malah Kyuhyun langsung mencekiknya sebelum ia selesai bicara.

“Hei, kenapa diam saja? Kau sakit, eoh?” cibir Kyuhyun sambil menyikut bahu Seohyun pelan, merasa aneh dengan sikap yeoja di hadapannya yang tersenyum sendiri, cemberut, lalu setelah itu menggelengkan kepala dengan tatapan sendu. “Kenapa kau menangis?” tanyanya sekali lagi, kesal karena pertanyaan yang tadi ia ajukan belum terjawab.

“Bagaimana aku bisa masuk kelas dalam keadaan seperti ini?” desah Seohyun memperhatikan dirinya di kaca sekali lagi, merasa prihatin dengan nasib yang ia alami.

Sementara Kyuhyun yang ada di dekat Seohyun juga ikut merasa prihatin, entah apa yang merasukinya hingga ia menarik pergelangan tangan Seohyun menjauh dari lorong sempit yang saat ini mereka tempati. “Ikut aku” ujar Kyuhyun dingin, berusaha meredakan perasaan aneh yang berkecamuk dalam hatinya.

“Kau ingin membewaku ke mana?” sungut Seohyun kesal bercampur bingung karena Kyuhyun dengan lancang menyentuh tangannya dan menariknya cepat, membuat ia terkejut dan hampir jatuh.

Sesaat Kyuhyun menatap lawan bicaranya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan “Sudah ikuti saja”

Beberapa saat kemudian…

“Kenapa membawaku ke UKS?!” tanya Seohyun bingung. Kebingungannya semakin bertambah karena Kyuhyun, namja yang tadi sudah membawanya ke sini malah sibuk melepas kancing bajunya. Pikiran-pikiran kotor mulai merasuki Seohyun mengingat ruang UKS yang terpencil, jauh dari ruang guru, kelas, apalagi kantin. Dan kalau sampai hal itu terjadi…

“Yaakk! Aku bertanya padamu!” teriak Seohyun frustasi tepat di depan wajah Kyuhyun, kesal karena semua perkataannya sama sekali tidak dihiraukan oleh namja itu.

Kyuhun membekap mulut Seohyun dengan tangan kanannya, sementara tangannya yang kiri sibuk melepas seragamnya.

“A-wa-ua-au-aua..” gumam Seohyun terdengar tidak jelas, meskipun Kyuhyun tahu maksud ucapan yeoja yang ada di depannya itu.

“Jangan ribut, pabo” sungut namja itu kesal. “Cha, pakailah seragam ini” ujar Kyuhyun, melepas bekapannya dari mulut Seohyun dan memberikan seragamnya, lalu merapikan lipatan-lipatan yang menggerayai kaos putih oblong yang sedang ia pakai.

Seohyun menerima seragam Kyuhyun dengan sungkan, merasa tidak enak karena ia sudah menuduh namja itu dan berpikiran macam-macam “Eoh? Apa kau tidak membutuhkannya?” tanya Seohyun bingung.

Kyuhyun menggeleng lalu duduk di tepi kasur “Tidak untuk saat ini. Lagipula, sudah sangat terlambat untuk masuk ke kelas dengan keadaan aman. Aish, jika saja aku tidak prihatin melihatmu menagis tadi aku pasti sudah duduk diam di kelas. Dasar dada rata” ujar Kyuhyun mengakhiri kalimatnya dengan sebuah cibiran, untuk menutupi sesuatu yang tidak ia mengerti apa itu, lalu membaringkan dirinya di kasur pasien.

Seohyun sangat membenci panggilan aneh yang Kyuhyun berikan untuknya. Dada rata. Sungguh, panggilan itu sangat menusuk hatinya. Mendengar ‘bagian yang penting’ miliknya diolok-olok seperti itu sangat membuat tangannya gatal dan ingin segera melakukan sesuatu kepada namja itu. Tapi… ah, sikap baik yang baru saja Kyuhyun tunjukkan padanya membuat ia tidak tega untuk melakukan hal-hal aneh yang sebenarnya bergerilya di otaknya yang terkadang evil.

“Cih, memangnya siapa yang menyuruhmu peduli padaku? Lagipula kalau dipikir-pikir aku juga tidak membutuhkan bantuanmu” perasaan kesal terdengar jelas dari nada bicara Seohyun. Ia mengembalikan seragam Kyuhyun, sebenarnya Seohyun sangat ingin merobek dan melempar seragam itu. “Kurasa ada benarnya juga, aku pasti akan dimarahi Taeyeon Songnaenim jika telat masuk kelas. Apalagi tugasku belum kuperiksa. Jadi, lebih baik aku latihan casting saja” ujarnya.

“Hn? Casting?!” tanya Kyuhyun langsung menoleh ke arah Seohyun, terkejut. Pertanyaan itu langsung dibalas anggukan semangat dari Seohyun.

“Huahahaha…” entah mengapa sesuatu di perutnya bergetar membuat Kyuhyun tertawa keras setelah mendengar pengakuan Seohyun. Bahkan jika ia tidak langsung menapakkan kakinya mungkin ia sudah jatuh terguling dari kasur UKS.

“Yaaakkk!! Mengapa tertawa?!” kekesalan Seohyun bertambah, melihat Kyuhyun menertawakannya bukan sesuatu yang bagus.

“Kau yakin mau ikut casting? Yeoja manja dan cengeng sepertimu mana bisa menjadi aktris? Huahaha..” ejek Kyuhyun. Entah mengapa jika dekat dengan Seohyun sifat evilnya jadi meningkat, berbeda saat ia sedang bersama dengan Yoona.

Seohyun menatap Kyuhyun jengah, kesal menghadapi namja evil itu. Namja ini benar-benar sama seperti yeojachingunya, gumamnya sambil menggembungkan pipi. Ia menunggu Kyuhyun sampai memberhentikan tawanya lalu berkata, “Ne. Apa salahnya mencoba?”

“Kalau begitu, tinjukkan kemampuanmu. Biar aku yang menilai” ujar Kyuhyun menyikut bahu Seohyun pelan, membuat yeoja yang bahunya disikut itu mau-tidak-mau harus berdiri.

Sejenak Seohyun bergumam dan menghujani Kyuhyun dengan berbagai makian yang sudah pasti tidak bisa didengar oleh namja itu. Mencibir, menyikut bahu, dan menyuruh-nyuruh dirinya seenak jidat, hello! Memangnya siapa kau?, setidaknya seperti itulah inti dari gumaman Seohyun. Well, karena Seohyun anak baru ia tidak tahu seberapa berharganya Kyuhyun di mata para siswi yeoja di sekolah, maupun di luar sana. Atau mungkin karena ia tidak (atau belum) merasakan kibasan pesona namja itu.

“Di sini?”

Kyuhyun mengangguk puas, “Mulailah”

***

Waktu berputar sangat cepat, tidak terasa sudah satu minggu berlalu sejak ‘casting pura-pura’ yang ia lakukan bersama Kyuhyun di UKS. Bagi Seohyun penilaian yang namja itu berikan sangat menusuknya, tetapi di sisi lain lidah pahit Kyuhyun sudah menjadi motivasi yang ampuh untuknya agar lebih keras berlatih.

Tak dapat dipungkiri, Seohyun merasa bangga dan puas dengan hasil keja kerasnya. Menghindari Yoona dan Kyuhyun (yang sebenarnya satu kelas dengannya), menolak ajakan Sunny untuk bermain atau sekedar mendengar curhatan teman yang saat ini sudah menjadi sahabatnya, absen memesan makanan atau sekedar menapakkan kakinya ke kantin, dan belajar akting dengan Siwon yang ternyata sangat mahir dalam menguasai ekspresi. Yang perlu ia lakukan saat ini hanya berdoa, berharap jika hari ini adalah hari keberuntungannya.

“Seohyun!! Ini hari yang kau tunggu-tunggu, Seoh!!” Sunny menghampiri Seohyun heboh, memeluk sahabatnya itu sesaat sambil memekik tidak jelas. Membuat mereka menjadi pusat perhatian.

“Yaakk lepaskan” kuku-kuku tajam Seohyun yang menusuk kulit putih Sunny membuat yeoja itu melepas pelukannya, padahal maksudnya hanya ingin memberi semangat tapi Seohyun malah melakukan tindakan yang membuat ia kecewa. “Kau membuatku malu” bisik Seohyun tepat di depan telinga Sunny disertai dengan kilatan pura-pura marah.

“Hehe, mianhae. Aku sudah tidak sabar melihatmu di panggung” cengir Sunny membuat senyum manis terpetak jelas di bibir Seohyun, membayangkan dirinya berdiri di panggung sambil berakting saja sudah membuatnya sangat senang.

“Sudaah sana, nanti kau terlambat” kata-kata Sunny barusan menyadarkan lamunannya. Tanpa ragu ia menaruh tas merahnya di sebelah tas Sunny, lalu pergi menuju ruangan tari.

***

Suasana ruang tari maupun aula sama-sama mencekam bagi para peserta casting. Dari namja-namja di aula yang hanya tegak diam menunggu hasil yang diberikan juri, sampai yeoja-yeoja yang menyatukan kedua tangannya dan berdoa dengan khusuk. Bahkan ada yang menangis, takut kalau tidak terpilih karena ada Yoona di sana. Masih ingat Yoona bukan? Dan ada satu hal lagi yang menjadi fakta umum yeoja itu, ia adalah murid kebanggan Jungmo Sonsaenim, guru seni yang tegas dan sangat selektif dalam menilai.

Berbeda dengan semua siswi yeoja yang ketakutan, ekspresi Seohyun hampir menyerupai Yoona, tenang dan rileks menunggu hasil yang diberikan para juri. Meskipun matanya… pandangan matanya begitu berbeda dengan mata Yoona yang sipit dan hitam.

Sesekali mata Seohyun menyipit, berusaha mendengarkan birikan-bisikan para juri yang terlihat bimbang dengan keputusan mereka. Terlebih lagi Jungmo Songsaenim yang terus membolak-balik kertas penilaian siswanya.

“Im Yoona, Seo Joohyun. Maju tiga langkah” sentak Jungmo Songsaenim membuat jantung Seohyun berdetak cepat.

Dengan gerakan yang kompak Seohyun dan Yoona maju beriringan. Mereka sempat melirik satu sama lain, dan langsung memutar pandang ke arah yang berlawanan setelah sadar pandangan mereka sempat bertemu.

Jungmo Songsaenim tersenyum singkat, senyum yang sangat jarang ia tampilkan. “Seohyun berakting sangat baik, tetapi air matanya sulit sekali keluar” lalu ia melirik ke arah Yoona “Yoona juga berakting dengan baik, seperti biasanya” kalimat terakhir itu membuat senyum Yoona mengembang.

“Jadi, keputusan kami, yang akan menjadi pemeran utama yeoja adalah..” sejenak ia memutar kursinya, menatap ke juri-juri lain untuk meminta pendapat.

Yeoja-yeoja yang ada di ruangan itu mengeratkan kedua tangannya, berdoa lebih khusuk. Sama seperti Seohyun yang akhirnya juga ikut ragu.

“Yoona” jawab Jungmo Songsaenim cepat.

Plok… plok.. plok…

Suara riuh tepuk tangan terdengar memekakkan bagi gendang telinga Seohyun. Sakit. Itulah yang ia rasakan saat ini. Bagian yang sangat diimpikannya sekarang menjadi milik orang lain, bahkan sebelum ia menyentuhnya.

Sejenak Seohyun menatap wajah Yoona yang sangat bahagia, tanpa ada setitik rona kesedihan di sana. Yoona yang menyadari kalau ia sedang ditatap musuhnya langsung memberikan tatapan merendahkan. Seakan akan matanya berkata, “Aku menang. Aku yang menjadi juaranya. Kau adalah pecundang”. Membuat niatan Seohyun untuk sekedar memberi ucapan selamat pudar.

Setelah Yoona puas melihat ekspresi patah hati Seohyun, juga air mata yeoja itu yang menggenang di pelupuk matanya ia menghadiahkan sebuah cengiran untuk Seohyun sebelum meninggalkan yeoja itu dan bergabung dengan teman-temannya yang lain.

BLAM

Seohyun menurup pintu ruang tari dengan kencang. Masa bodoh jika orang-orang di dalam sana mengolok-olok dirinya. Yang jelas saat ini suasana hatinya sedang buruk.

“Seo..” baru saja tangan Sunny hinggap di pergelangan tangan Seohyun tetapi pemilik tangan itu langsung menghempaskannya dan berlari ke ujung lorong.

***

Seohyun mendudukkan dirinya di taman sekolah, tepatnya taman rahasia yang ia temukan bersama Sunny beberapa hari yang lalu.

“Sedang apa kau di sini?” tanya sebuah suara bass, membuat Seohyun langsung menghapus air matnya dengan kasar.

“Menenangkan diri” jawab Seohyun datar tanpa menoleh pada orang yang menanyainya.

Merasa penasaran, Kyuhyun mengambil tempat duduk bersila di samping Seohyun “Menenangkan diri dari apa?” tanyanya.

Seohyun menoleh, hendak membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan tetapi mengatupkannya lagi. Perhatiannya tertuju pada sebuah map kuning di pangkuan Kyuhyun “Kau lolos?” tanyanya lalu memandang Kyuhyun tidak percaya.

“Ne” jawab Kyuhyun singkat disertai sebuah anggukan pelan.

“Cukhae” ujar Seohyun pendek. Sangat pendek, tidak jelas, terpaksa, dan menyakitkan bagi Kyuhyun. Entahlah, mungkin ada yang salah dari pendengarannya.

“Cukhae, Kyu. Cukhae.. hiks” gumam Seohyun lirih dan tersendat. Rintikan air matanya mulai keluar lagi. Dan sesuatu dalam diri Kyuhyun membuatnya merengkuh yeoja rapuh yang sedang menangis di hadapannya itu.

Dekapannya ia eratkan setelah merasakan bahu gadis itu bergetar “Uljjima” ujarnya sambil mengacak rambut Seohyun. “Uljjima. Aku di sini menemanimu”

Tanpa mereka sadarari ada seseorang yang menatap kemesraan mereka dari balik semak-semak “Sialan” gumam orang itu lalu menendang sebuah kerikil kecil di dekat kakinya.

TBC

Haaa finally~ maaf yah readers nunggu lama bangeeeett… Achaa banyak kegiatan sekolah. Ini aja masih untung masih bisa diketik di sela-sela waktu. Kalo kalian pengen lanjutnya cepet makanya comment yang banyak. Achaa baca semua comment kalian kok. Lumayan buat introspeksi diri hehe. Pokoknya jangan takut comment,

2 thoughts on “7 Years of Love Part 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s