[Riddle] Wedding Dress

WeddingDress

Wedding Dress | billachan | Mystery, romance,creepy? | Seo Joohyun, Cho Kyuhyun | Ficlet | PG 14 | This fanfiction is under copyright. Don’t take the story, do a plagiarize, or publishing on another site without permission.

Ps : Riddle adalah sekumpulan kata dan kalimat yang disusun sedemikian rupa untuk menyembunyikan sebuah rahasia dan memusingkan, membingungkan, menjerumuskan, menyesatkan serta mendistorsi pikiran anda ke dalam ketidaktahuan.

 

Ini pertama kalinya aku buat riddle jadi maaf kalo kacau

.

.

.

.

.

Happy reading ^^

.

.

.

.

Di sinilah aku, meperhatikan arsitektur rumah tua yang berposisi tepat di depanku ini dengan fokus berlebihan, berharap kenangan lama yang selama ini terombang-ambing di atas angin dapat berefleksi menjadi sebuah kejadian yang dapat kunikmati dengan kedua jendela dunia yang kumiliki. Ah, masa lalu memang memberi perasaan tersendiri. Apalagi untukku.

Tanpa sadar kakiku sudah menyambangi teras rumah ini. Jika dilihat dari dekat rumah ini lebih besar daripada yang terakhir kali kulihat. Rumah ini adalah rumah yang akan kutempati bersama Kyuhyun, namun sekarang aku memilih tinggal di rumah orang tuaku.

Oh, tolong jangan menebak kami bertengkar hebat sampai salah satu di antara kami menyampaikan pendapat untuk segera berpisah. Tidak, itu tidak mungkin terjadi dalam kamus kehidupanku, koreksi. Lebih tepatnya kehidupan kami. Seo Joohyun adalah seorang gadis lemah lembek yang tidak pernah bertutur kasar pada siapapun, dan Kyuhyun, dia terlalu baik untuk memarahiku. Jadi kami tidak pernah memiliki masalah.

“Heol..”

Dengusan kecil kukeluarkan ketika menyadari suara gantungan kunciku yang saling bertabrakan adalah satu-satunya bunyi yang meramaikan suasana sore yang sedikit menggigilkan badan ini. Namun aku tidak bisa pulang begitu saja.

 

Krieeekk…

 

Begitu pintu rumah berhasil terbuka aku langsung melangkahkan kakiku ke dalam ruangan, menerima kehangatan dan kenyamanan yang disuguhkan rumah ini dengan sepenuh hati. Kututup lagi pintu rumah, kemudian menguncinya. Ups, aku tak akan membiarkan orang yang tidak diharapkan menyelinap begitu saja.

Kedua tungkai rampingku kubawa mengitari ruangan yang sudah mulai kuhafal tempatnya. Satu-satunya yang kuherankan adalah beberapa ruangan di rumah ini tampak lebih besar dari terakhir kali aku melihatnya. Baiklah, akan kumasukkan ini ke daftar pertanyaan yang akan kuajukan pada Kyuhyun tepat setelah aku menjemputnya di pelabuhan.

Cho Kyuhyun adalah pria yang akan datang untukku, apapun keadaannya jika aku merindukannya dia pasti akan datang. Suatu saat nanti, yea. Kyuhyun adalah seorang nahkoda kapal laut yang berkerja di bawah instasi internasional, yang membuatnya sering berlayar menelusuri samudera. Bahkan bisa dibilang dari bagian paling utara Amerika, hingga ujung selatan Afrika sudah dikunjunginya. Sayangnya ia jadi menyombongkan dirinya padaku. Ck, tidak apa-apa asalkan aku masih mencintainya. Walaupun begitu Kyuhyun sudah membuatku menunggu selama mungkin beberapa bulan, atau malah tahun? Entahlah, aku tidak pernah menghitungnya.

Kuambil salah satu foto berbingkai kelabu di meja, kemudian kuamati. Itu adalah foto yang kami ambil saat kami –untuk yang pertama kalinya— berkencan di Sungai Han. Memang bukan momen yang tampak spesial jika dinilai dari tempat yang kami kunjungi. Namun bagiku ini adalah salah satu momen terindah dalam hidupku.

Jemariku menyapu lembut permukaan wajahnya yang dilapisi kaca transparan sambil tersenyum. Ekspresi ceria yang terpatri di wajah tegasnya, tutur katanya lembut, juga hangat suhu tubuhnya.. aku masih mengingatnya dengan jelas.

“Kau lucu sekali,” desisku.

Puas, kukembalikan bingkai itu ke tempatnya. Mataku terpikat dengan almari tua yang terletak di pojok ruangan. Penasaran, kudekati almari itu kemudian kubuka. Gaun pernikahan berwarna putih gading yang dibalut pembungkus plastik adalah objek yang pertama kali kutemukan selain rayap dan serpihan serbuk kayu yang menggelitik hidungku.

Gaun yang ekornya menjuntai sepanjang 3 meter ini adalah gaun yang kupesan bersama Kyuhyun dulu. Mematut diri di sebuah kaca setengah badan, kuperhatikan refleksi diriku yang membias di sana. Apakah aku bertambah gendut? Ide untuk mencoba gaun itu datang secara tiba-tiba. Membuatku langsung melangkahkan tungkaiku ke kamar utama. Insting. Aku menyebutnya kamar utama karena kamar ini lebih besar dari kamar lainnya.

“Ah, sial. Retsletingnya tersangkut,” gerutuku. Beberapa kali mencoba akhirnya retsleting itu berhasil kututp.

Kali ini kupatut lagi diriku di depan kaca, memastikan pantulan diriku sesuai dengan ekspektasiku sebelumnya. Seulas senyum mengembang di bibir, ketika aku merasakan sepasang tangan kekar merengkuhku, menuntunku ke dalam dekapannya yang menenangkan. Aromanya yang maskulin layaknya kayu manis dan suhu tubuhnya yang khas sedikit mengejutkanku. Aku tahu siapa itu.

“Kyuhyun..” gumamku seraya tersenyum. Bisa kurasakan dagunya bergerak kecil di puncak kepalaku, mengisyaratkan sebuah anggukan.

Kutenggelamkan kepalaku ke dalam kedua tangannya yang menggelayuti leherku, merasa nyaman meskipun dalam posisi Kyuhyun yang memelukku dari belakang.

“Kau datang,” ucapku sekali lagi, menangis haru.

 

 

 

 

 

 

END

 

 

Hahaha, gimana? Adakah yang bisa menebak makna tersirat dari fic ini? Ayooo sampaikan analisa kalian di kolom komentar ya😀

2 thoughts on “[Riddle] Wedding Dress

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s