[Riddle] Body Language

Body Language | billachan | Mystery, lil’ bit psycho | Seo Joohyun, Cho Kyuhyun | Drabble | PG 14 | This fanfiction is under copyright. Don’t take the story, do a plagiarize, or publishing on another site without permission.

.

.

.

.

.

.

.

Aku tidak mengerti.

Sejak kemarin ada banyak sekali kejadian aneh yang menimpaku. Rumah yang berantakan, lampu kamar mandi mati, juga nomor asing yang berkali-kali mengusik.

Menopang kepalaku dengan satu tangan, aku mendengus. Mataku yang sudah setengah terpejam kupaksa untuk membuka lagi. Meraih telepon rumah di sudut ruangan, kemudian mencabut kabelnya.

Persetan dengan siapapun itu, orang yang sudah berani menggangguku. Jangan salahkan aku yang terlalu berpikir negatif. Aku bisa tahu orang yang menelponku ini bukan seseorang yang kukenal karena; pertama, dia menelpon nomor rumahku, satu-satunya nomor yang kutulis di kartu namaku, kedua, orang asing yang ingin menghubungiku biasanya mengirimiku pemberitahuan dulu. Tapi dia tidak. Jadi aku tidak perlu khawatir lagi.

Memastikan semua sudah aman, kulepas high heels hitam yang melekat di kakiku dan mantel bulu hitamku yang hangat, menyisakan terusan hitam polos dan cardigan hitam tanpa lengan di dalamnya. Aku baru saja pulang dari pemakaman temanku. Kim Gyura namanya. Dia anak yang ceria dan menyenangkan, aku tidak menyangka ia bisa meninggal secepat itu. Bahkan setelah mendengar kabar mengenai kronologi kematiannya, rasanya aku ingin menangis.

Tenggelam di bak kamar mandi.

Aku tidak menyangka Gyura akan seceroboh itu. Walaupun kuakui, dia sering mandi tanpa mengunci pintu kamar mandi. Tapi sisi lain diriku mengatakan ini sah-sah saja karena Gyura yang cantik beberapa kali menempatkan dirinya sebagai perempuan penggoda lelaki.

Dering ponsel di atas nakas mengalihkan perhatianku. Layar ponselku yang berkedip-kedip itu menunjukkan nama orang yang sudah sangat kukenal. Lebih dari itu, sosoknya sudah terpatri sangat kuat dalam hati dan pikiranku.

“Halo, Kyuhyun?”

Ya, orang itu bernama Cho Kyuhyun. Lelaki yang kutemui beberapa tahun lalu karena ketidak sengajaan, yang sekarang berstatus sebagai kekasihku.

“Apa kau punya waktu?”

Senyum kecil menghiasi parasku. Jemariku yang tadi menggantung di udara tergerak menyampirkan anak rambutku ke belakang telinga, gerakan tersipu.

“Aku selalu punya waktu untukmu,” jawabku otomatis meninggikan intonasi.

Aku tidak bisa menampik perasaanku yang terlalu senang saat ini. Karena Kyuhyun yang selalu acuh akhirnya menaruh sedikit perhatiannya untukku.

“Aku akan ke rumahmu sebentar lagi.”

Kemudian telepon terputus.

Kugeletakkan kembali ponselku di atas nakas, duduk di sofa dengan rasa gembira. Ini pertama kalinya Kyuhyun datang ke rumahku. Bagaimana penampilanku? Apa rumahku sudah terlihat pantas untuk dikunjungi?

Bel yang berbunyi seolah mengintrupsiku untuk segera bangkit. Kuarahkan satu mataku ke lubang kecil yang ada di tengah-tengah pintu, memeriksa siapa yang datang.

Siluet seseorang bertubuh tinggi semampai langsung menyapa penglihatanku.

“Kyuhyun-ah,” sapaku begitu aku membuka pintu.

Lelaki itu berbalik, menampakkan rahang tegas dan badan tegap yang begitu kurindukan. Lelaki itu Kyuhyun, benar-benar Kyuhyun.

“Seohyun-ah..” sebelah tangannya terulur untuk menyodorkan sebuket bunga mawar kuning yang sebenarnya bukan favoritku, tapi selama Kyuhyun yang memberikannya aku tetap merasa senang.

Kuhirup aroma khas bunga itu kuat-kuat, menghadirkan perasaan tenang yang sejak kemarin sulit sekali kudapatkan.

“Terima kasih, oppa,” desisku halus.

Senyum yang hadir di wajahku perlahan memudar setelah menatap wajahnya. Air mukanya begitu suram, dengan kedua tangan dimasukkan dalam saku. Kyuhyun tidak pernah seperti ini sebelumnya.

“Ada apa?”

Kulihat jakun Kyuhyun yang naik turun, pertanda ia sedang menelan ludah.

“Sepupuku baru saja meninggal,” ucapnya sedikit tergagap.

Ada yang aneh dengan bahasa tubuhnya.

.

.

.

.

.

.

END

Yes, I’m back yes! Besok udah TO hari terakhir, IPA yess.. (apanya yang yes? IPA loh, nak. I-P-A! Apalagi besok senin kamu punya jadwal TO lain /sobs) aku bosan, saudara-saudara -_- sumpah, ya. Blame my teacher who gave me a task to analyze an old novel! Aku jadi baper kan huhuhu~~

Nah gimana nih? Udah ada yang bisa nebak? Kalo kalian penasaran liat aja kuncinya yang akan aku post besok di https://salsabilachaa.wordpress.com

Kunci riddle Wedding Dress udah ada di situ. Jadi semoga kalian gaada yang clueless lagi 😀

Makasih buat yang udah nyempetin baca cerita abal ini plus doain aku kemarin ^^ buat yang sama-sama ujian kayak aku, semoga kita sukses selalu, ya. Aamiin.

Selamat berjumpa di lain waktu. Sekarang waktunya kalian meninggalkan jejak.

6 thoughts on “[Riddle] Body Language

  1. Entah, masalah gyura yang tenggelam di bak kayanya ngga mungkin kalau ngga ada orang yang nyeburin dia. Bak kamar mandi klaupun gede juga ngga seberapa kan? Terus diliat dari gelagatnya kyu, dia kaya aneh gitu. Atau mungkin kyu yang nenggelamin gyura?? Kyu kan ceritanya psycho gitu..mungkinkahh???

  2. ini masih ada hubungannya sama yg wedding dress nggak? atau emang udah ada jalan cerita sendiri
    kok aku clueless banget ya sama riddle riddle kaya gini hiks

  3. body language Kyu patut d curigai :-\
    kematian Gyura jg tdk wajar,, dy pztii d cekik sblm nya + d lelepin ke air bak mandi😮
    mgkn kah Kyu yg membunuh ?? Tp apa motif pembunuhannya ??:-/

  4. Susah buat ditebako_O
    tp kepikiran aja sama hubungan SeoKyu yg agak aneh :3 udah itu aja, karena masalah Gyura yg tenggelem di bak mandi itu pemikiran utama pasti dia dibunuh :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s