[COLLABORATION] Mysterious ‘Intersection’

cov-myst2.

Mysterious ‘Intersection’ | billachan | Romance, comedy, mystery | Seo Joohyun, Cho Kyuhyun, etc | Chaptered | G | FF ini dibuat dalam rangka memeriahkan event ‘Collaboration Fanfic’ yang setiap chapternya ditulis oleh author yang berbeda

.

1) [COLLABORATION] Mysterious ‘Abnormal’ by Hwang Ri Yeon–> https://ownstoryblog.wordpress.com/2015/05/31/abnormal/

2) [COLLABORATION] Mysterious ‘Between Two People’ by SeoRi–> https://zhoeyangel.wordpress.com/2015/06/06/collaborasi-mysterius-between-two-people/

3) [COLLABORATION] Mysterious ‘Intersection’ by billachan

4) [COLLABORATION] Mysterious ‘Interesting’ by Cho Hyun Ra–> https://seokyuplanet.wordpress.com/2015/06/27/collaboration-mysterious-interesting/

5) [COLLABORATION] Mysterious ‘Flashback’ by taengsica09–> https://taengsica9.wordpress.com/2015/07/04/collaboration-mysterious-flashback/

.

.

.

.

.

.

.

.

Happy reading ^^

.

.

.AUTHOR POV

Seorang pria berpakaian serba hitam memandang getir keramaian yang diakibatkan oleh kecelakaan beberapa menit sebelumnya dari seberang jalan. Pandangannya lalu teralihkan pada seseorang berbaju hitam panjang dengan rambut tergerai, Seohyun, yang tubuhnya melemas menatap genangan darah di depannya. Perempuan itu terhuyung, terlihat ketakutan dan tidak stabil dengan kedua bahu yang ditopang oleh Kyuhyun. Di detik berikutnya Seohyun membalikkan badan dan berlari. Tapi bahkan sampai Seohyun menghilang dari pandangannya, tatapan pria itu tetap tertumbuk pada Kyuhyun yang terlihat kebingungan.

“Minho-ya!” sapa seorang pria berjubah hitam yang muncul tiba-tiba. Pria itu berumur kira-kira setengah baya dengan badan agak tambun.

Minho menoleh ke arahnya. Pria itu lalu bertanya, “Kenapa kau membuat kecelakaan lagi? Apa ada masalah?”

Minho tergelak, senyum miring tersungging di bibirnya. “Aku hanya ingin membuat seseorang ingat dengan masa lalunya,” jawabnya singkat kemudian pergi meninggalkan pria yang bertanya padanya mengernyit keheranan.

 

Seoul, dua minggu setelahnya…

Matahari perlahan-lahan menggelincir ke ufuk barat, menandakan hari sudah semakin sore. Jam kuliah baru saja usai. Mahasiswa yang sudah mengemasi barang-barangnya ke dalam tas segera keluar dari kelas, seolah tidak betah berlama-lama duduk di tempat itu.

Berbeda dengan Seohyun yang masih duduk tenang di bangkunya. Dengan buku catatan di atas meja dan pulpen yang terus diputarnya seolah ia sedang galau. Tapi wajah itu seolah berkata lain. Wajah perempuan yang terkenal mistis itu.. datar. Orang lain tidak bisa menebak apa yang sedang ada dalam pikirannya karena ekspresinya yang selalu sama.

 

“Tawaran itu masih berlaku, kalau kau mau berubah pikiran…”

 

Helaan nafas berat keluar dari mulut Seohyun. ‘Tidak’ batinnya tegas, sorot matanya tajam. Sampai kapanpun Seohyun tidak ingin menyerahkan dirinya pada pria berjubah hitam itu. Lebih tepatnya, ia tidak akan.

Seohyun mengalihkan pandangannya ke jendela. Langit sudah mulai menguning, pertanda malam akan segera tiba. Tapi Seohyun tidak ingin beranjak. Seohyun memilih fokus menulis perencanaan karya sastranya di buku catatan berwarna cokelat gelap miliknya.

Saat pikirannya mulai teralihkan lagi, Seohyun menekan penanya di kertas sedikit lebih keras. Seohyun tidak suka saat pikiran itu datang, masa lalunya. Walaupun mungkin semua ini terjadi karena dirinya sendiri, Seohyun tetap tidak ingin mengingatnya. Satupun. Bahkan tentang orang tua angkatnya dari Filipina. Tidak, tidak.

Tulisan Seohyun saat perasaannya sedang kurang baik jadi lebih tegas dan besar. Seohyun coba untuk mengabaikan kenyataan itu. Sampai ia benar-benar lupa dan larut dalam tulisannya sendiri, bersamaan dengan tenggelamnya matahari.

 

***

 

Kyuhyun menutup pintu kelasnya sambil menggumam tidak jelas. Setelah itu ia bersender di pintu, menguap lebar, kemudian merenggangkan badannya. Pria itu mengacak surai coklat cepaknya.

“Tsk, apa yang kulakukan di sini?” tanyanya heran sambil menguap.

Kyuhyun mencoba mengingat apa yang terjadi padanya. Ah iya, setelah makan siang tadi Kyuhyun merasa kepalanya pening sekali sampai ia tidak bisa konsentrasi menjawab kuis matematika favoritnya dan berakhir tertidur di mejanya. Beruntung Kyuhyun tidak tertangkap basah tidur di jam dosen killer itu. Kyuhyun mengelus tengkuknya yang terasa kaku. Hah, ternyata tidur di jam kuliah itu menyenangkan juga.

Tidak tingin berlama-lama, Kyuhyun segera melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Koridor sekolah itu sepi dan gelap. Semua lampu kelas sudah dimatikan, hanya lampu koridor satu-satunya penerangan di sana.

Setelah beberapa lama berjalan, Kyuhyun menyipitkan matanya. Sekitar delapan meter dari tempatnya berdiri ada satu ruang kelas yang lampunya masih menyala. Menelan ludahnya sejenak, Kyuhyun lalu berjalan mendekat. Dari jarak yang semakin dekat ini Kyuhyun bisa tahu kalau ini kelas sastra. Pelan-pelan kepala Kyuhyun mengintip ke dalam kelas itu. Ia melihat ada seorang perempuan berambut panjang tergerai, dengan baju hitamnya sedang duduk membelakanginya.

Kyuhyun menelan ludahnya sarat. Bulu kuduknya mulai meremang. Ah, jangan-jangan… apa itu…

Pikiran buruk itu langsung hilang begitu saja setelah melihat tas selempang hitam yang digantung di kursi perempuan yang sedang membelakanginya itu. Kyuhyun tau siapa pemilik tas itu.

Ya, sunbae,” senyum manis menghiasi bibir Kyuhyun.

Seohyun yang sedang fokus menulis karyanya hampir saja mati duduk karena terkejut. Seohyun mencoba mengabaikan Kyuhyun yang baru saja menyapanya dengan kembali larut dalam goresan penanya. Bagaimanapun juga, Seohyun sedang menulis. Seohyun tidak suka diganggu, apalagi saat sedang menulis. Pikirannya akan buyar dan Seohyun benci dirinya saat pikirannya buyar. Karena disaat itu ia akan teringat dengan masa lalunya.

“Mereka mengikat dua orang yang paling berharga bagiku, untaian benang suci yang dikutuk menjadi gelap, percikan darah yang menyayat hati, pahit ramuan yang dikecap lidahku, aku—“

Seohyun mengambil paksa buku catatannya dari tangan Kyuhyun. Sesaat mata mereka bertatapan tapi memancarkan pandangan yang cukup berbeda. Kyuhyun, penasaran dan bingung sementara Seohyun, menusuk seolah ingin membunuh Kyuhyun saat itu juga karena kelancangannya.

Dahi Kyuhyun yang tadinya berkerut bingung seketika berganti dengan senyum sehangat mentarinya. “Ah, sunbae, kau membuat proyek baru untuk klub sastra?”

Pertanyaan yang Kyuhyun lontarkan dengan nada bersahabat itu Seohyun abaikan begitu saja seperti angin lalu. Seohyun berbalik, pura-pura sibuk mengemasi barang-barangnya dan bersiap untuk pulang.

Pria ini, apa yang bagus darinya?

Berteman dengan orang-orang penebar pesona, bermulut besar, dan tukang molor. Seohyun bisa melihat ada setitik bekas air liur di sudut bibir pria itu. Seohyun bahkan tidak yakin apa Kyuhyun bisa menulis puisi yang lebih bagus dari ‘mawar itu merah, violet itu biru’ pria itu tidak terlihat serius dengan sastra. Sama sekali tidak.

“Kerangka cerita fiksi yang kau buat itu kelihatannya bagus,” lanjut Kyuhyun.

Seohyun menghentikan kegiatannya memasukkan buku ke dalam tas. Buku-buku jarinya terasa kaku saat ini. Fiksi? Seohyun menunduk, pupilnya bergerak tak tentu arah seolah sedang menahan sesuatu. Dalam hati ia tertawa, entah untuk siapa. Jadi seperti itu cara orang lain memandangnya? Fiksi?

“Aku melihat ada kata percikan darah di sana. Apa ini cerita tentang vampir? Cerita itu sedang jadi tren di Korea, apalagi kalangan anak muda. Kalau kau menulis cerita tentang itu pasti tulisanmu banyak dibaca,” saran Kyuhyun panjang lebar. Masih dengan senyum lebarnya seolah ia adalah anak kecil yang baru saja memberi temannya saran.

Menyampirkan tas di bahu, Seohyun lalu berkata, “Kyuhyun-ssi, yang tadi itu bukan tentang vampir, juga bukan cerita fiksi. Lagipula…tidak akan memuatnya kemanapun.” Perempuan itu kemudian pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih duduk di depannya.

Kyuhyun mengerjapkan mata beberapa kali sebelum kembali ke dunia nyata. Itu adalah kalimat terpanjang yang diucapkan seorang Seohyun padanya. Melihat perempuan itu sudah berdiri di ambang pintu, Kyuhyun memanggilnya. “Ya, sunbae!”

Seohyun berhenti di tempat tapi tidak berbalik.

“Kenapa kau tidak memuatnya?” tanya Kyuhyun.

Pandangan Seohyun yang tadinya lurus pindah menatap lantai kampus yang sedikit kotor. “Lupakan saja.”

Seohyun kemudian keluar dari kelas.

 

***

 

“Aku pulang!” sahut Kyuhyun sambil melepas sepatunya.

Begitu kaki telanjang Kyuhyun menapaki ruang tengah, suara riuh langsung mendatanginya. Kyuhyun panik sekali melihat Heechul, Shindong, Donghae, dan Ryeowook memeluknya sambil mengucap namanya histeris. Bahkan si cengeng Ryeowook sampai menitikkan air matanya.

“Kyuhyun-ah, kau kemana saja? Kami khawatir sekali, tau!” omel Ryeowook sambil mengacungkan sodet di tangannya ke depan wajah Kyuhyun.

Di detik berikutnya Kyuhyun mengaduh kesakitan karena tangan besar Shindong yang mendarat di kepalanya. “Apa yang kau lakukan sebenarnya sampai mengabaikan telepon dari kami, eoh?”

“Kukira kau sudah disandera oleh sekelompok alien karena akhir-akhir ini senyummu misterius sekali,” terang Donghae.

Heechul mengindikkan bahunya. “Aku malah mengira kau sedang diaudisi untuk jadi pengganti monyet kebun binatang yang baru saja mati kemarin. Jadi diantara mereka, akulah yang paling tenang karena kau akan segera bertemu keluargamu. Dan itu sesuatu yang bagus,” jelas Heechul panjang lebar kemudian tersenyum kecil. Seolah bangga dengan hipotesanya yang tidak waras.

Hening.

Beberapa detik setelahnya suara tawa Kyuhyun membahana memenuhi rumah kontrakan itu. Kyuhyun tertawa keras sekali sampai menepuk tangannya, kemudian menepuk pahanya, lalu menepuk kakinya, dan berakhir jatuh tengkurap di lantai, berguling-guling dalam keadaan tertawa seperti orang gila.

“Ah, perutku sakit sekali. Hahaha,” ujar Kyuhyun di sela tawanya. Sementara keempat pria di depannya memandangnya setengah prihatin, setengah gondok. Kyuhyun… pria ini… walaupun dia pulang dalam keadaan selamat mereka ragu apakah otak Kyuhyun tidak tertinggal di perempatan.

Setelah tawa Kyuhyun mereda, ia duduk bersila menatap keempat temannya. “Aku hanya ketiduran di kampus tadi. Kalian khawatir sekali padaku, ya?” tanyanya sambil tersenyum miring.

Shindong mendecak sebal. “Aish, bagaimana bisa ketiduran di kampus saja membuatmu jadi sebahagia ini? Kau membuatku semakin curiga.”

“Apa mungkin…” Heechul tersenyum miring, walau senyumnya agak gagal. “Kau bertemu model yang ada di majalah dalam mimpimu?”

Ryeowook, Shindong, dan Donghae memandang Kyuhyun tidak percaya. “Benarkah?!”

Kyuhyun mengernyit heran menatap ketiganya. Kalau yang mereka maksud adalah model majalah ‘itu’ tentu saja bukan. Mereka semua memang bergantian membeli majalah tabu itu dan bertukar edisi seperti bertukar ‘kesenangan’. Ya, mereka semua kecuali Kyuhyun. Ia tidak suka jenis majalah seperti itu.

Kali ini Kyuhyun yang tersenyum miring. “Dia bahkan lebih cantik dari model itu,” katanya menggoda.

“Ya ampun…” ruangan itu semakin heboh.

“Hei, siapa dia?” tanya Shindong.

“Apa kau bertemu dengannya di dunia nyata? Atau hanya di mimpi?” tanya Ryeowook.

“Kau tidak bertemu dengan Seohyun, ‘kan?” tanya Donghae menyelidik.

Kyuhyun hanya tersenyum lebar pada teman-temannya yang menatapnya penuh rasa penasaran.

“Jadi kau benar-benar bertemu Seohyun?!” tanya Heechul seolah tidak percaya. Hancur sudah hipotesanya.

“Astaga, perempuan itu lagi.” Shindong yang terlihat kecewa kembali ke ruang tengah untuk menonton televisi. Ryeowook kembali ke dapur, dan Heechul kembali ke kamarnya. Hanya tinggal Donghae yang ada di sana.

Donghae menepuk bahu Kyuhyun, menyemangatinya. “Kau harus sabar mendekatinya.” Kyuhyun hanya menjawab dengan anggukan.

“Ah iya, di mana Siwon?” tanya Kyuhyun.

“Kau tau ‘kan dia sedang apa jam segini. Tapi kutebak sekarang dia juga sedang menghawatirkanmu,” jawab Donghae.

Kyuhyun tersenyum kecil, tatapannya menerawang. “Senang bisa punya teman seperti kalian,” gumamnya tapi dapat didengar Donghae.

Lengan Donghae tergerak merangkul leher Kyuhyun lalu mengacak rambut pria yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu. Walaupun mereka seumuran tapi sikap Kyuhyun yang suka kekanak-kanakan dan labil membuat Donghae lebih suka menganggapnya sebagai adik.

“Sejak kapan kau jadi cheesy begini, Kyuhyun? Jangan buat cintamu pada Seohyun merubah sikapmu,” nasihat Donghae.

Dengan dua tangan kekarnya Kyuhyun berhasil meloloskan diri dari Donghae. “Urus dirimu sendiri,” katanya pura-pura dingin. Donghae mencibir lalu dan pergi membantu Ryeowook di dapur.

Setelah datang tadi Kyuhyun bahkan belum sempat menaruh sepatunya di rak karena teman-temannya langsung menghamburnya dalam pelukan. Mereka karena takut kehilangan dirinya. Memang, mungkin mereka terlihat berlebihan. Tapi bagi Kyuhyun sikap berlebihan mereka membuat hari-harinya jadi lebih berwarna. Walaupun statusnya masih jomblo.

Kyuhyun tersenyum kecil, merasa bersyukur dengan hidupnya. Kyuhyun punya teman yang ada di saat senang maupun susah, masuk ke fakultas yang sesuai dengan keinginannya, bisa melakukan apa yang ia inginkan… banyak yang harus Kyuhyun syukuri.

Bagaimana dengan Seohyun? Apa perempuan itu juga hidup dengan penuh rasa syukur sepertinya?

Kyuhyun harap, iya.

 

***

 

Semilir angin malam masuk dari balkon kamar Seohyun yang tidak ditutup, menerbangkan helaian rambut Seohyun yang hitam legam. Seolah tidak merasa terganggu, Seohyun tetap duduk disana. Sambil memainkan kukunya di atas buku catatannya yang terbuka. Pandangannya kosong. Angin malam bertiup semakin kencang mengembangkan pori-pori kulit Seohyun yang hanya dibalut piyama selutut tanpa lengan berwarna hitam. Seohyun berniat mengabaikannya sampai angin itu berhenti. Tapi semakin dibiarkan angin itu malah bertiup semakin kencang.

‘Hentikan…’ batin Seohyun, matanya menyipit.

Tidak merasa kondisi membaik, Seohyun tutup pintu balkon dan jendela kamarnya. Ia lalu duduk di kasurnya, kepala dan punggung menyender di dashboard. Seohyun terdiam, merenung. Kedua tangan memeluk lututnya yang ditekuk. Kenapa diantara banyaknya tema puisi yang dapat dibuatnya, Seohyun malah memilih masa lalunya? Masa lalu yang ingin sekali dilupakannya. Masa lalu yang terjadi karena kesalahannya.

Tidak.

Seohyun menggeleng, gigi geraham menggigit pipi dalamnya keras. Semua ini bukan salahnya. Tidak ada gunanya menyesali apa yang sudah lama terjadi. Bahkan sebelum matanya bisa berubah jadi kuning, mungkin Tuhan juga sudah menggariskan jalan lain yang sama peliknya dengan ini. Yang membuatnya lupa apa itu kebahagiaan, bahkan otot untuk tersenyum rasanya sudah mati rasa.

Kedua tangan Seohyun menarik selimut menutupi badannya sampai di bawah dagu. Seohyun berbaring, tidur. Berharap besok lebih baik dari hari ini.

.

.

.

.

.

Gelap. Semuanya gelap. Seohyun tidak bisa melihat apa-apa.

Sraaak..

Tiba-tiba sebuah kalender tertiup angin, di sana tertulis tanggal 2 Februari 1997. Seohyun membelalak kaget ketika seseorang berjubah hitam datang padanya.

“Apa ini gadis yang dimaksud sajangnim?”

“Tidak, bukan saya.”

.

.

Riuh di kuil itu terdengar memekakkan, dipenuhi orang-orang berjubah hitam yang terlihat senang dengan kehadiran tiga orang asing di panggung. Salah satu orang berjubah hitam itu menarik Seohyun ke pinggir panggung.

“A-apa yang akan kalian lakukan pada orang tuaku?!” jeritnya tapi tak ada yang peduli.

.

.

“Minum ini, Seohyun-ah.”

Wajah polos Seohyun yang semrawut terlihat seperti mayat hidup. “Aku tidak mau. Ramuan itu terlihat seperti kotoran sapi yang diencerkan.”

Wanita itu tertawa. “Minum saja, rasanya enak.”

“Uhuk uhuk…” darah keluar dari dalam tubuh Seohyun. “Kau jahat. Kau berbohong padaku.”

“Maaf. Hanya ini satu-satunya jalan.”

.

.

Seohyun meremas pinggiran ranjang tempat tidurnya kuat-kuat. Di sudut matanya menetes air mata.

.

.

“Wuah, kau cantik sekali. Anak kecil, kenapa kau ada di sini? Di mana orang tuamu?”

Seohyun menatap pasangan itu dalam diam, kemudian menggeleng.

“Kau tidak punya?”

“Eobsoyo.”

“Ikutlah dengan kami. Kami akan pergi ke Filipina minggu depan.”

.

.

.

.

.

.

Seohyun terduduk dari tidurnya. Nafasnya tidak beraturan dan peluh sebesar biji jagung membasahi sekujur tubuhnya.

Mimpi itu lagi.

Berusaha melupakan apa yang baru saja terjadi, Seohyun tidur kembali.

 

***

 

Klub sastra itu terlihat sepi. Seohyun, yang baru saja membuka pintu ruangan masuk tanpa mengunci pintunya. Tangan kanannya menyalakan sakelar lampu sementara tangan kiri menaruh tumpukan kertas beraneka warna di meja.

Tak terasa sudah dua minggu sejak kunjungan terakhir Seohyun ke ruangan ini. Aneh memang. Karena hanya Seohyun satu-satunya orang yang menempati klub ini, ruangan ini jadi sedikit tidak terawat. Terlihat dari banyaknya sarang laba-laba di beberapa sudut ruangan.

Mungkin kalau Seohyun menyuruh Kyuhyun, hoobae-nya di klub ini pria itu mau-mau saja membantunya. Tapi justru pria itu yang membuatnya enggan masuk ke ruangan ini. Karena mereka ada di kampus yang sama dan kebetulan selalu berpapasan saat Seohyun hendak memasuki ruangan ini, Kyuhyun pasti akan mengikutinya. Dan seperti biasa, mengoceh tidak jelas. Jadi Seohyun hanya sekali-sekali datang ke ruangan ini untuk menaruh persediaan barang tambahan, dan duduk sebentar. Ia jadi lebih sering mengerjakan karya di buku catatannya.

Ruangan ini pun Seohyun kunci agar tidak ada orang seperti yang seperti Kyuhyun yang masuk. Walaupun orang lain mungkin terlalu kurang kerjaan untuk sekedar menyentuh gagang pintu klub sastra yang terkenal mistis ini, Seohyun setidaknya harus berjaga-jaga. Ia tidak suka dengan kebisingan, apalagi jika privasinya diganggu orang lain.

Krieek…

Seohyun menoleh ke arah pintu ruangan yang terbuka. Matanya sedikit menyipit saat sinar matahari yang sudah agak tinggi menyinari wajahnya.

Di sisi lain, Kyuhyun, menutup pintu lalu berdehem kecil sambil mencoba mencari topik pembicaraan.

“Ah, maaf aku baru saja datang. Sunbae, lain kali hubungi aku dulu kalau kau mau datang ke ruangan ini, ya? Untung saja tadi aku melihatmu di koridor jadi aku bisa datang ke sini tepat waktu,” terang Kyuhyun kemudian duduk berhadapan dengan Seohyun. Ia melihat jam di pergelangan tangan kirinya sejenak. “Ya… setidaknya aku cukup tepat waktu.” Kedua sudut bibirnya melebar.

Seohyun yang sempat menghentikan kegiatan menulisnya tadi kembali melanjutkan aktivitasnya. Sedetikpun Seohyun tidak melirik wajah Kyuhyun yang segaja dibuat sumringah oleh pemiliknya. Seohyun terlalu sibuk, atau mungkin terlalu acuh.

Kyuhyun menangpup wajahnya dengan kedua tangan, sikunya bertumpu di meja. “Jadi.. apa yang bisa kulakukan untuk membantumu, sunbae?” tanyanya sambil menatap Seohyun lurus.

“Tidak ada,” jawab Seohyun singkat, tetap fokus pada buku catatannya.

Diam-diam Kyuhyun menahan nafasnya. Kedua tangan yang tadi menangkup wajahnya kini persedakap di depan dada. Ia duduk menyender, dengan tatapan masih bertumpu pada wajah Seohyun yang menunduk ditutupi beberapa helai rambut hitamnya yang tergerai.

“Baiklah. Karena tidak ada yang bisa kulakukan untuk membantumu, aku akan memperhatikanmu bekerja. Siapa tau aku bisa belajar dari situ,” kata Kyuhyun keras kepala.

Mencoba mengabaikannya, Seohyun tetap menulis.

Beberapa menit mulai berlalu. Suara detak jarum jam yang dipasang di sudut ruangan terdengar bersahutan dengan deru nafas keduanya, juga goresan pena Seohyun.

Tidak banyak bisa Kyuhyun lakukan di sana. Hanya bernafas, memainkan jarinya, melirik kesana kemari, dan menggoyangkan kakinya. Ia bahkan melakukan kegiatan itu pelan-pelan sekali agar Seohyun tidak merasa terganggu. Sesekali Kyuhyun memperhatikan wajah Seohyun yang terlihat lebih serius dari biasanya saat menulis. Memang kesan di wajah perempuan itu masih tanpa ekspresi. Tapi guratan kecil yang terbentuk di dahinya membuat wajahnya terlihat lebih… hidup? Ya, paling tidak begitu. Dan entah kenapa Kyuhyun merasa sedikit tenang karenanya. Walaupun mengerutkan wajah bukan termasuk ekspresi yang bagus.

Ya…” , “Setidaknya, cobalah tersenyum sekali. Walaupun harimu berat, walaupun kau merasa itu bukan sesuatu yang baik, bahkan saat kau sedang sendirian… tersenyumlah,” Kyuhyun memasang senyum manisnya. “Seperti ini,” lanjutnya.

Seohyun tetap menganggap Kyuhyun angin lalu dan tapi tanpa disadari, tulisan tangannya jadi lebih tegas dan besar-besar. Sebisa mungkin Seohyun mencoba untuk fokus. Ia sudah mengatakan tidak ada yang bisa Kyuhyun lakukan untuk membantunya mengerjakan semua ini. Apalagi ceramah, Seohyun tidak punya waktu untuk mendengarnya.

Sebenarnya jika Seohyun mau, ia bisa meminta Kyuhyun untuk membersihkan ruangan ini yang dipenuhi sarang laba-laba dan debu. Tapi Seohyun bukan tipe orang yang mudah meminta pertolongan. Lebih tetaptnya, Seohyun tidak mau membuat Kyuhyun merasa kehadirannya diterima.

“Karena tidak ada yang bisa aku lakukan untuk membantumu, aku akan diam,” Kyuhyun menelungkupkan wajahnya di meja. “Tapi aku tetap menunggumu sampai selesai.”

Walaupun Kyuhyun terkenal menjengkelkan, ia tidak pernah mengingkari janjinya. Jadi Kyuhyun benar-benar duduk di sana, menunggu.. sampai ia jatuh tertidur di sela waktu menunggunya. Saat ia bangun, ada selembar kertas post-it kuning di dahinya. Disana tertulis mereka, Seohyun dan Kyuhyun, perlu bertemu setelah jam kuliah selesai di ruangan ini untuk membahas sesuatu.

Kyuhyun membaca isi kertas itu sambil tersenyum kecil. “Tsk, perempuan ini,” decaknya pura-pura kesal.

 

***

Jam makan siang baru saja mulai. Kyuhyun, di meja biasanya makan bersama teman-temannya. Karena ujian semester semakin dekat juga jadwal masing-masing yang semakin padat, mereka jadi lebih sulit untuk bertemu dan membicarakan banyak hal. Mereka merasa satu-satunya waktu untuk berkumpul hanya saat jam makan siang dan di klub basket. Paling tidak, mereka mendekati kata lengkap saat itu.

Ryeowook mengambil sumpit dari tempatnya dan mengapit kedua belah sumpit itu diantara jari-jarinya. “Baik semuanya, selamat makan!” sahutnya gembira kemudian menyantap makanannya seperti orang kalap.

“Selamat makan!” jawab semuanya, kecuali Ryeowook.

“Ah iya, Kyuhyun-ah,” sahut Shindong semangat sampai nasi di mulutnya hampir terbang keluar.

“Hm?”

“Apa kau tidak bertemu Seohyun? Bagaimana hubungan kalian sekarang?” tanya Shindong.

Entah kenapa Kyuhyun tiba-tiba tersenyum. “Oh, Seohyun…” jawabnya terkesan malu-malu. Ia kemudian pura-pura memakan makan siangnya, mencoba mengabaikan teman-temannya yang asik bersiul menggodanya. Bahkan saat lidahnya tidak sengaja tergigit, Kyuhyun menahan kuat-kuat ekspresi aneh yang sangat ingin muncul di wajahnya.

“Jadi kau semakin dekat dengannya? Tsk, aku bahkan bingung harus bersikap seperti apa untuk menyelamatimu,” seru Heechul setengah hati.

“Tunggu, tunggu… Seohyun? Perempuan misterius itu? Kau mendekatinya?!” Siwon seolah tidak percaya.

“Sudah dari beberapa waktu yang lalu,” terang Donghae.

“Ya, kau terlalu sibuk dengan segudang pacarmu itu sampai tidak tau apa yang terjadi pada Kyuhyun,” kata Ryeowook. Ia membuat wajahnya sesinis mungkin walaupun gagal.

Ya, walaupun aku sibuk kalian seharusnya tetap mengabariku. Kalian ini.. teman apa teman sebenarnya,” dengus Siwon.

Ryeowook menyumpit sepotong daging sapi dari mangkuknya, lalu menaruhnya ke mangkuk Siwon agar pria itu tidak marah lagi. Tanpa bicara sepatah kata Siwon mendengus, kemudian memakan spotong daging pemberian Ryeowook. “Apa saja yang kulewatkan selama aku pergi…” gumam Siwon dengan matanya yang menerawang.

Ya, mendengar kalian membicarakanku membuatku jadi tersanjung. Ayo lanjutkan lagi. Aku ingin mendengarnya,” kata Kyuhyun. Setidaknya siang ini akan berjalan lebih baik kalau mereka membicarakannya, daripada membicarakan pacar mereka masing-masing yang lebih terdengar seperti ocehan balita baginya.

“Tsk, siapa yang mau membicarakanmu? Kami membicarakan Seohyun. Jadi jangan terlalu percaya diri. Eoh?” sahut Shindong.

Kyuhyun tertawa mengejek teman-temannya, kemudain lanjut menyantap makan siangnya. Teman-temannya memulai pembicaraan lagi, entah apa. Mungkin Seohyun, atau malah yang lainnya. Kyuhyun tidak terlalu memperhatikan hal itu saat melihat meja yang biasanya diduduki Seohyun kosong. Tidak ada seorangpun disana.

Di sisi lain, Seohyun sedang menyelesaikan karya sastranya di klub sastra. Ia bilang di kertas tadi Kyuhyun harus bertemu dengannya di klub untuk membahas sesuatu. Sebenarnya Seohyun berbobohong. Tidak ada yang perlu dibicarakannya pada Kyuhyun, ia hanya ingin pria itu menjauhinya. Setidaknya untuk sementara waktu. Seohyun tidak suka diganggu baik privasi maupun ketenangannya tapi Kyuhyun… pria itu mengganggunya dengan dua cara yang dibencinya dalam waktu yang bersamaan.

Seohyun tidak suka diganggu, apalagi saat ia sedang menulis.. Seohyun menulis untuk mengobati rasa kesepiannya. Tapi jika ada Kyuhyun di sana, Seohyun jadi tidak sendiri. Dan ia tidak bisa menulis lagi.

Seohyun berhenti menulis saat ponsel yang ada di samping kirinya berdering singkat. Di sana tertera alarm dari kalender yang bertuliskan ‘ulang tahunku’. Seohyun langsung mematikan alarm itu, kemudian membanting ringan ponselnya.

Untuk apa ia membuat tanda di kalender, padahal Seohyun sendiri tau tidak ada yang berbeda di hari ulang tahunnya. Tidak ada sup rumput laut, terompet, atau bahkan satupun ucapan ulang tahun untuknya. Yang ada hanya dirinya sendiri, dan perutnya yang kelaparan karena belum diisi apa-apa sejak tadi pagi.

“Seohyun-ah, selamat ulang tahun,” gumam Seohyun pada dirinya sendiri. Masih dengan ekspresi datar.

 

***

Kyuhyun mengayun ringan plastik berisi dua dua bubble tea yang baru saja dibelinya. Sekarang sudah jam pulang kuliah. Sesuai janji yang mereka buat, ralat, sesuai janji yang dibuat sepihak oleh Seohyun mereka akan bertemu di klub sastra untuk membicarakan sesuatu. Itu bagus sekali.

Sebenarnya selama dua minggu hubungannya dengan Seohyun merenggang, Kyuhyun memanfaatkan waktu itu untuk menulis sebuah puisi. Kali ini tidak lagi diawali dengan kata ‘mawar itu merah, violet itu biru’kali ini ia serius, untuk ukuran orang seperti Kyuhyun. Ia bahkan menyumpal mulut Shindong dengan gumpalan kertas saat pria itu mencoba mengganggunya saat sedang menulis.

“Terkunci?”

Kyuhyun menggumam tidak percaya sambil terus menggoyangkan pintu. Yang jelas-jelas dikunci dari luar. Ini sedikit aneh. Terakhir Kyuhyun keluar dari ruangan ini, ia yang tidak punya duplikat kuncinya meninggalkan ruangan dalam keadaan tidak terkunci. Tidak ingin berpikir lebih jauh, Kyuhyun menyandarkan punggungnya di pintu. Ia mengeluarkan ponsel dari sakunya lalu melihat profil line Seohyun.

Haruskah Kyuhyun menghubunginya?

Di tengah keraguan itu, waktu seakan berhenti bagi Kyuhyun. Jempolnya bergerak merangkai sepatah kata di layar kemudian menghapusnya lagi. Kejadian itu terulang beberapa kali sampai 5 menit terasa berlalu begitu cepat. Merasa tidak tertolong dengan situasi yang ada, Kyuhyun memilih pergi dari sana.

Seperti biasa ia melewati koridor untuk keluar dari kampus. Matanya membulat kaget ketika melihat Seohyun berjalan agak limbung di ujung koridor, lalu di detik berikutnya perempuan itu jatuh terduduk. Kyuhyun baru saja ingin menolong Seohyun, tapi pria berbaju serba hitam sudah lebih dulu menarik tangan Seohyun dengan paksa ke luar kampus.

Kedua tangan Kyuhyun mengepal. “Apa.. yang sebenarnya terjadi?” gumamnya penuh penekanan.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

 

Entah aku ga tau gimana ff ini T,T aku berharap ini sesuai sama harapan kalian ya? karena aku sudah membuat kalian menunggu terlalu lama, seenggaknya ada bagian yang bikin kalian senang /aku ngomong apa/ maaf kalo kurang panjang, aku menyerahkan part selanjutnya ke Cho Hyun Ra unni. Semangat unni >.<)9 fighting ya ngerjainnya! Makasih yang udah mau baca fanfic ini. Semoga kalian bisa terhibur dan author yang selanjut lanjut lanjut lanjutnya/? lagi bisa melanjutkannya dengan baik dan ga telat rilis kayak aku. ^^

112 thoughts on “[COLLABORATION] Mysterious ‘Intersection’

  1. Wah tgl 02 februari 1997 itu waktu aku lahir hahahA
    Jd pas hari aku lahir ada kejadian yg terjadi pada seohyun eonni haha
    Kocak liat tingkah kyuhyun

  2. SUMVAH AKU BACA BAGIAN KAMU JADI MINDER/??? #Abaikan
    aduh billa aku minder banget setelah baca bagian kamu ini. kamu pinter banget mendeskrispsikan cerita tanpa menggunakan kata-kata yang di ulang. tapi aku cuma saran aja disini ada beberapa kata yang susah di mengerti jadi untuk kedepannya kayaknya kamu harus membuat kalimat itu mudah di pahami oleh pembaca.
    overall udah bagus kok. bagus banget malahan. namun keknya aku merasa ini konfliknya terlalu berat jadi aku bingung banget, sumvah bingung mau gimana Ngenextnya. aku udah deg deg-an ini lho! serius!

    tapi setelah aku baca komenan kamu sama kakak author yang ikut estafet aku jadi ada inspirasi yang mungkin agak meringankan konfliknya. entah gimana nanti reaksi readersnya.

    yaudah itu aja. aku suka banget sama bagian yang kyuhyun ngakak sampe tepuk tangan, tepuk paha lah :v dibagian itu aku ngakak. terus bagian yang seohyun ngucapin selamat ulang tahun pada dirinya sendiri, itu juga aku suka.

    oke, semoga kedepannya karyamu bisa lebih baik dari ini ya, walaupun ini sudah bagus BGT menurut aku. minta do’anya yaa semoga bagian aku nanti ga ancur. SEKIAN TERIMA DOLAR.

    • haduh unni kan ffnya bagus-bagus masa minder sama pemula kayak aku >.< iya setelah aku baca ulang memang ternyata ada beberapa typo ya soalnya aku begadang sih ngerjain ini, pas ngecek udah setengah sadar jadi banyak yg luput T,T saranku unn, semedi yang lama di kamar mandi siapa tau bisa tiba-tiba dapet mukjizat gitu /digampar wires/ aamiin! Cho Hyun Ra unni pasti bisa! Fighting!! maaf kalo komenku telat❤

  3. Makin keren ff ini . Di buat penasaraaaaan . Masa lalu seo kayak apa si misterius keliataannya . Lol waktu kyu bilang seunbae ke seohyun . Di sini kyu itu beda banget kayak orang songong efek coolnya ternodai wakaka . Apa h

  4. Makin keren ff ini . Di buat penasaraaaaan . Masa lalu seo kayak apa si misterius keliataannya . Lol waktu kyu bilang seunbae ke seohyun . Di sini kyu itu beda banget kayak orang songong efek coolnya ternodai wakaka . Apa hubungan nya seo sama minho dibuat mati penasaran
    Ditunggu lanjutannya thooooor
    Semoga makin keren 😊

  5. Ada apa dengan masa lalu seo??
    kyu ngak pernah nyerah dketin seo pahal seo dingin banget ..
    untuk author selanjutnya semangatyah!!!

  6. Pusing dari awal mikirin siapa seo sama minho. Apalagi masa lalu seo yang minum cairan aku penasaran banget rincinya. Trus orang tua seo kemana? Yahh masih banyak lagi sebenarnya yang mau aku tanyain wkwkw lanjut yaa, fighting! >_<

  7. Terlalu banyak misteri… penasaran bgt sm masa lalu seo dan ortunya…
    Minho itu siapa?? Pria paruh baya itu siapa? Pria berbaju hitam??
    itu seo mau diapain??

    annyeong baru pertama berkunjung kesini, salam kenal ^^

  8. Oke ini judulnya mysterious otomatis ceritanya juga penuh misteri, susah di tebak bikin greget tapi makin penasaran :3

  9. daebak … ff nya keren bgt. feel nya dpet dan sesuai dgn judul nya misterius bgt sma masa lalunya seo unni . sbnernya dia siapa ?? vampir kah atau bkan.
    karakternya kyu oppa beda dari ff lainnya . salluttt bgt dah sama ceritanya ..
    next yah .

  10. ya ampun authooor!!! penasaran bingit . suer semua author ni ya , ada apanya sih di otaknya? kok bisa buat ff kaya’ gini , apa lagi dikerjainnya estafet ckckck~ . pokoknya untuk untuk author selanjutnya fighting!!! . ditunggu ya😀

  11. Masih bngung… Knapa sikap seohyun bgtu dingin,,
    Kereennn bgt salut aku sma author nya, bisa bikin ff sambung _ Menyambung gni🙂
    Buat cho hyun ra hwaiting aku tunggu lanjutan nya🙂

  12. thor panjang banget jadi seneng bacanya, kasian seohyun hidup sendirian😦 siapakah lelaki yg menarik tangan seohyun ??

  13. Kyuhyun emang paling susah buat nyerah akan misinya sma seohyun, ada apa dgn masa lalu seohyun? Orang tua seohyun dibunuh? Trs seohyun itu minum apaan? Darah orangtuanya bukan yg dia minum? Pesaran bgt sma masa lalu seohyun? Apa yg trjdi ampe dy kyk gt? Syp pria berjubah hitam itu? Apa bneran seohyun vampir? Aigoo next partnya ditunggu sekali, ^^

  14. Itu siapa yg narik seo?
    astaga bner2 misterius nih si seo :3
    aigoo bkin penasaran ajanih :3

    Next deh makin bkin penasaran

  15. makin penasaran..
    sebenernya apa sih masa lalu seomma? sampe dia segitunya
    hubungannya sama pria berjubah hitam apa?
    kyu kyu. .. semangat yaaaa😸😸😸😸

  16. mwoyaaaa pas bagian gregtnya ini tbc ishhh ishhhh ini masih mistis banget ya ampunnnnn next cepet yaaaaaa😀

  17. ceritanya bener2 bikin penasaran tingkat akut
    seperti pa masa lalu seo n spa juga tuh yg narik paksa seo?
    n tuk kyu kayaknya dia mang harus lebih bersabar tuk deketin seo
    kyu, faigthing!!!
    next

  18. huuuuaaaahhhhh keren un ff.y… suka bnget yg genre kyk bgini… pngen tau knp seomma bs kyk gitu g pny ekspresi…

  19. Huaaa seo unnie tetep misterius. Kasian juga sih kyu oppa dibohongin seo unnie, kyu oppa ganggu sih. Lanjut ya ^^

  20. sebenernya siapa orang berbaju hitam itu? lalu ada apa sama masa lalunya seohyun. kenapa bikin penasaran gini. lanjut lagi chingu

  21. Siapa sih orang berjubah hitam itu??? Masih banyak teka teki… Sikyuppa dah cinta kah sama seonnie??? Lain chap, lain author… Daebak! Next next

  22. Ya ampunnn…..makin penasaran aja aku ><
    Minho? Sajang? Orang tua seo? Mata kuning?
    Aaaa….bikin penasaran..
    Ceritanya bagus seru misterius….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s