Young Brain

yb

.

Pertama-tama kuperingatkan kalau ini bukan fanfiction, melainkan curahan hati abal-abal yang mungkin kalian ga bakal tahan buat baca sampai habis. Tapi kalo masih mau baca ya.. boleh-boleh aja ^^

.

.

.

.

.

This is me with my young brain(?)

.

Aku, seorang anak yang baru saja lulus dari sekolah menengah. Memang benar semua sekolah di Indonesia, di dunia ini apalagi, tidak ada yang buruk. Tergantung bagaimana anak yang masuk ke sekolah itu nanti membawa dirinya. Tapi kenyataan nilaiku yang kurang baik untuk masuk ke sekolah negeri favorit membuatku marah pada diriku sendiri.

Apa yang selama ini kulakukan?

Hanya itu kata-kata yang terulang dibenakku sambil aku mengumpat. Entah kenapa aku tidak bisa menangis di depan orang tuaku saat aku syok dengan hasil yang kudapat, mungkin aku berbeda dengan teman-teman yang bernasib sama denganku. Aku hanya merasa tidak adil jika aku menangis dihadapan orang yang sudah menyekolahkanku, mengantarkan aku ke tempat bimbingan belajar, juga memberikan apa yang aku inginkan agar aku bisa belajar dengan baik. Mereka pasti akan ikut sedih. Padahal semua yang terjadi ini murni karena kesalahanku.

For the god sake, I feel disappointed too. Alot.

Walaupun jadi dokter kandungan bukan lagi cita-cita utama yang ingin kuraih saat ini, setidaknya aku tetap harus berusaha masuk jalur undangan di universitas terkemuka agar orang tuaku senang. Tapi semakin lama aku juga berpikir…

Apa aku juga akan senang?

Jawabannya tidak lain adalah iya. Melihat orang yang sudah membesarkan dan merawatmu dengan sepenuh hati tersenyum bahagia pasti akan sangat menyenangkan. Tapi bagaimana dengan aku? Maksudku, diriku yang sebenarnya, apa aku juga akan merasakan hal yang sama?

Aku memiliki banyak sekali hal yang ingin aku lakukan, yang membuatku bingung harus jadi apa aku kelak dimasa yang akan datang.

Sejak kecil, setelah berdebat dengan ibuku aku sering menulis surat permintaan maaf dan lagu hasil karyaku sendiri. Apa aku berbakat jadi komposer?

Beberapa kali aku ikut lomba menyanyi dan modelling. Apa aku bisa jadi penyanyi, atau mungkin model?

Aku pernah mewakilkan sekolah untuk ikut dokter kecil dan beberapa lomba ketangkasan. Apa sebaiknya aku bekerja di bidang matematika dan sains?

Aku suka sekali apa saja yang berhubungan dengan sejarah. Apa aku perlu bekerja di bidang ips?

Dari awal duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar aku sering sekali menghayal sesuatu yang ekstrem, yang ternyata mirip dengan film yang cukup terkenal seperti The Hunger Games, The Intruders, juga beberapa drama Korea yang kemiripannya benar-benar tidak disengaja. Apa aku bagus kalau jadi penulis naskah?

Badanku sering bergerak sendiri mengikuti irama musik. Apa aku cocok jadi penari?

Akhir-akhir ini alunan nada yang agak asing sering kugumamkan dengan sendirinya. Padahal sebelumnya aku belum pernah mendengar nada itu. Apa aku—

Apa yang seharusnya aku lakukan? Saat ini aku sudah resmi jadi anak kelas X aku bersyukur akan hal itu, tapi juga merasa payah diwaktu yang bersamaan. Karena aku belum bisa apa-apa, dan aku belum tau kemana tujuan hidupku yang sebenarnya. Mereka bilang masuk sekolah negeri yang biasa tidak apa-apa, yang penting masih bisa masuk negeri. Lalu bagaimana kalau aku masuk universitas yang biasa-biasa saja, apa itu juga tidak apa-apa? Jika nanti pekerjaanku bukan sesuatu yang ‘wah’ semua juga akan baik-baik saja, karena inti dari semua persoalan adalah yang penting aku dapat bekerjaan?

Tidak. Tidak mungkin segampang itu.

Aku ingin berusaha. Melihat semakin banyak orang yang sukses di usia muda, bahkan ada beberapa yang lebih muda dariku membuatku jadi merasa kecil dan tidak berguna. Tapi apa lagi yang harus kulakukan?

Ketika aku melihat cermin, aku merasa hidupku sudah menyenangkan, tidak ada yang perlu kucemaskan lagi. Kamarku yang berantakan seperti kapal pecah saja sudah jarang digubris karena orang tuaku mulai pasrah untuk mengingatkanku. Tapi saat melihatnya lagi di malam sebelum tidur, rasanya jadi berbeda.

Aku takut. Sangat takut mengecewakan orang yang sudah percaya dan berharap padaku. Tapi disisi lain aku juga ingin punya jalur yang harus kutempuh seorang diri.

Apa aku terlalu dini untuk memikirkan ini? Kurasa tidak.

3 thoughts on “Young Brain

  1. wah bila baru kelas X?! Omona muda sekali dirimu nak.
    Well, bila gak salah kok kalau mikirin masa depan. Kalau boleh bagi pengalaman sih ya, dulu pas aku seumuran bila, aku belum mikir sampai situ wkwk😄
    dan ketika aku sudah lulus SMK, barulah aku kalang kabut memikirkan ‘harus kemana aku melangkah’. Dari sekian banyak jurusan yang ada, aku tertarik pada satu jurusan. Tapi disisi lain orang tua aku malah menginginkan jurusan lain. Aku ingat betul, saat itu seolah tengah terjadi perang dingin antara aku dan ibu aku. Hanya karna berbeda pendapat ttng jurusan untuk kuliah. Beberapa hari kami tidak berteguran. Pada akhirnya aku luluh, sebab guru aku mengatakan sebaiknya aku mengikuti kata orang tua saja.
    Aku juga ingat, aku memohon sampai menangis ditengah malam, didepan ibu aku. ibu aku juga terlihat frustasi memikirkan masa depan anaknya. Tapi ibu aku tetap memaksakan kehendaknya. Padahal inginku bukan jurusan tersebut. Aku ingin menentukan jalan hidupku sendiri.
    .
    .
    .
    Dan makin kesini, ibu aku jatuh sakit dan divonis kanker paru-paru. Beliau dirawat dirumah sakit berminggu-minggu. Bodohnya, aku baru tahu kalau sang ibunda sudah terkena kanker ganas setelah ibu aku meninggal. Kakak aku ngga mau kasih tau kalau ibu terkena kanker yang sudah ganas dan menggerogoti paru-parunya. Khawatir fokus aku kebagi sama kuliah.

    Dan sekarang, aku berkuliah dijurusan yang ibuku inginkan. Tidak buruk. Aku mendapatkan beasiswa penuh hingga lulus. Dan aku sadar, pilihan ibu memang yang terbaik. Sampai saat ini aku masih ngerasa jadi anak durhaka. Durhaka sekali. Kenapa dulu aku sejahat itu pada ibu sendiri? Kenapa dulu aku sebodoh itu? Kenapa dulu aku durhaka pada ibu? Penyesalan ini tiada akhir. Dan sekali lagi, aku tidak menyesal akan pilihan ibu. Aku malah menyesal pada ego ku dulu yang begitu membabi buta, hingga bersikap dingin pada ibu sendiri.
    .
    .
    .
    mungkin ini hanya secuil pengalaman tak berharga dari aku bila😀 maaf jika kesannya aku curhat. Karna saat ini aku ngerasa hidup aku kayak di drama drama gitu deh wkwk😄
    Coba deh bila diskusiin sama ibu nya bila and ayahnya bila. Siapa tau aja mereka punya usul yang bagus buat masa depan bila. Dan satu lagi, nilai yang ala kadarnya tidak menentukan masa depan bila kok🙂 perjuangan bila masih panjang. Masih banyak kesempatan yang ada didepan mata. Tinggal bila ajalagi yang pintar2 memanfaatkan kesempatan tersebut.
    Semangat ya cantik🙂 Dari tulisan bila diatas, kayaknya bila punya potensi banyak, hebat deh🙂
    Semoga bila bisa mendapatkan jurusan yang terbaik. Jangan lupa minta restu ibu ya?🙂❤
    Maaf jika ada salah-salah kata. Sekian dan terima kasih.

    • Wah unni panjangnya komenmu *-* hihi emang sih aku mungkin mikirnya kejauhan soalnya salah satu biasku, Jungkook udah jadi idol pas umurnya masih 16 tahun kan aku jadi iri😄 Ternyata SMK juga harus melalui rangkaian pendidikan yang beragam ya? Aku kira SMK bisa langsung kerja setelah lulus. Unni hebat loh bisa masuk univ dengan beasiswa penuh sampe lulus, keren banget. Ikut seleksi itu kan susah. Aku pernah baca fanfic unni yang menceritakan ibunya unni pas lagi sakit di mcls, yang tabah ya. Semoga amal ibunya unni diterima sama yang di atas, aamiin. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri unn, gaada yang bisa ngerubah takdir kan.

      Wajar kali ya buat remaja kalo sering debat sama ibunya. Ga usah jauh-jauh deh, aku sama mamaku aja kadang debat tentang masalah sepele cuma karena salah paham. Pas lagi debat semua yang ada di kepalaku keluar sampe kadang ada benda yang melayang. Tapi habis itu rasanya nyesel banget, kenapa tadi aku ngomong begini? Kenapa aku jahat sama orang yg udah ngelahirin aku? Aku suka nangis diam-diam di kamarku setelahnya. Kekanak-kanakan memang😄

      Yah karena masih SMP aku mau coba-coba kerja dengan hobiku😀 lumayan kan bisa tambah-tambah tabungan. Masa tabunganku menanjak drastis cuma setiap habis lebaran wkwk.. awalnya aku mau jadi penulis kkpk (kecil-kecil punya karya) waktu kelas 5 sd tapi karena habis itu sibuk UN jadi ga sempat ngelanjutin cerita. Masih bisa sih kalo mau jadi penulis pbc (terusan kkpk) karena batas umurnya 15 tahun dan kebetulan umurku belum sampe segitu. Tapi aku udah sibuk sama ff, bahasaku juga terlalu berat dibanding penulis pbc lainnya, jadi ga bisa lagi haha. Padahal tadinya dunia fanfic cuman mau dibuat tempat latihan nulis selama 4 bulanan. Susah juga ternyata mau ngerjain sesuatu yang rasanya udah dimasukin schedule list yang tepat.

      Makasih unni udah mau berbagi pengalaman sama aku, jadi dapet pelajaran berharga nih😀 kita memang udah digariskan punya hidup yang berbeda-beda kan. Biasanya orang yang hidupnya nggak biasa itu malah disayang Tuhan loh unn :3 Entah kayaknya orang tuaku masih pengen aku jadi remaja biasa yang mikirin masa depan kalau udah waktunya, apalagi aku perempuan.
      Aku udah pernah tanya juga tuh lebih baik jadi apa kalo udah besar terus dijawabnya malah, “Terserah Billa aja mau jadi apa.” Wah itu semacam kebebasan tanpa batas😄 kalo boleh jawab dari lubuk hati yg terdalam(?) sih pengennya cuma makan sama tidur terus habis itu tiba-tiba jadi kaya wkwk..
      Aku bukan apa-apa unn jangan dibesar-besarin gitu ah jadi malu /.\ dibilang cantik segala jadi tambah malu /.\ aamiin.. makasih doa plus masukannya. Unni juga yang semangat kerjanya ya❤ salam hangat dari future child-nya kyuhyun

  2. Hai billa… 00line disini~
    Memang susah ya pendidikan sekarang… banyak orang sudah memiliki mimpi dan potensi. Sebagian sudah memiliki mimpi tanpa potensi. Sebagian lagi memiliki potensi tanpa mimpi. Mungkin ada sebagian kecil juga yang tanpa mimpi, dan masih berfikir apakah mereka memiliki potensi atau tidak, atau sebaliknya.

    Disini aku juga masuk ke bagian kecil yang terakhir. Tapi jujur… kita mungkin nggak akan tahu apa yg akan terjadi sampai kita jalani apa yg ada di dalamnya. Yah… mungkin saat sma nanti akan terpikir sesuatu? Tapi siapa yang tahu? Disini mungkin kita diajarkan untuk menunggu dan sabar. Kita juga masih remaja bukan? Jujur, pikiranku masih kacau dan bingung, aku masih egois dan tidak sabar. Perkataanku masih sering meninggi pada orang lain yang bahkan tak memgatakan apapun. Dan menurutku mungkin hidup dengan memenuhi mimpi orang lain terutama orang tua sendiri juga tidak seburuk itu. Untuk orang pemalas sepertiku juga mungkin tidak bisa berbuat banyak. Sebisa mungkin mengalir, tapi ada orang berkata kalau mengalir itu pasti akhirnya di bawah. Mungkin… yang aku lakukan disini bukan mengalir, tapi mengamati apa yg terjadi lalu baru aku bisa bereaksi di waktu yg tepat.

    Ini bahkan baru awal masuk semester 1, tapi orang tuaku berkata kalau aku harus menyiapkan masa depanku sejak sekarang agar bisa mendapat undangan perguruan tinggi. Tapi… sangnya kita juga sama-sama tahu… itu tidak semudah itu. Akhir-akhir ini aku juga sering mengatakan dua hal yang sangat berbeda tentang apa yg ingin aku inginkan pada ayahku dan pada ibuku hanya agar mereka berdua tidak kecewa padaku. Walaupun pada akhirnya mereka pasti kecewa jika mengetahuinya terutama ibuku, dan aku akan merasa seperti seorang penipu. Tapi sekarang aku sangat berusaha meminimalisirnya. Dipikiran kita saat ini seharusnya masih ada banyak hal yang ingin dipikirkan dan dilakukan. Tapi tidak denganku. Aku bingung apa yang ingin ku kerjakan, apa yang ingin kulakukan, apa seharusnya sikapku agar bisa diterima orang-orang baru dilingkunganku.

    yah… aku tahu yang aku katakan disini tidak berguna, maaf. Tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa orang yang bimbang saat ini tidak hanya kau, jadi jangan takut jika kau tidak memiliki jawabannya sekarang, kita sama disini. Soal nilai yang buruk, aku pernah mendengar bahwa bola yang memantulnya paling tinggi adalah bola yang jatuhnya paling dalam. Aku bahkan pernah menjatuhkan rankingku hingga 2000 orang yang tadinya berada di bawahku bertengger manis di atas. Intinya jangan takut, proses pendewasaan tidak terjadi dengan cepat. Aku juga berusaha menghibur diri😀

    salam,
    LilBee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s